Oleh: islamarket.net | 2 Januari 2010

Hati-Hati! Bila Negara Kafir Mengagumi atau Memuji Ulama

Banyak Warga Australia Kagumi Gus Dur

Kiprah KH Abdurahman Wahid alias Gus Dur sebagai negarawan diakui banyak pihak. Perdana Menteri Australia Kevin Rudd pun mengakui peran penting Gus Dur dalam hubungan bilateral Indonesia dan Australia.

“Mantan presiden Wahid banyak dikagumi dan dihormati. Bukan hanya di Indonesia, tetapi juga banyak warga Australia dan warga lainnya di seluruh kawasan kita,” ujar Rudd dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, (1/1/2010).

Rudd menjelaskan kunjungan bersejarah Gus Dur ke Australia pada tahun 2001, bernilai penting bagi hubungan kedua negara. Sejak tahun 1975, baru pada era Gus Dur seorang Presiden RI mengunjungi negeri kanguru itu.

“Kunjungan itu sangat berarti untuk hubungan bilateral Australia-Indonesia dan memberi landasan positif bagi hubungan Australia-Indonesia di tahun-tahun berikutnya,” jelas Rudd.

Rudd pun menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Gus Dur. Menurutnya Gus Dur sangat berpengaruh sebagai seorang pemimpin Islam moderat di Indonesia dan pendukung toleransi etnis dan keagamaan.

“Bela sungkawa kami tujukan secara khusus kepada keluarga almarhum, termasuk istri dan empat putri yang ditinggalkannya,” pungkas Rudd.1.


Berbahagialah Anda, bila Anda dituduh Teroris oleh Amerika, Yahudi, dan negara kafir atau orang kafir.

Tapi Hati-hatilah, bila Anda disanjung, dipuji oleh Amerika, yahudi, dan negara kafir atau orang kafir.

_______________________
http://id.news.yahoo.com/dtik/20100101/tpl-banyak-warga-australia-kagumi-gus-du-b28636a.html


Oleh: islamarket.net | 1 Januari 2010

Kesesatan Natal dan Penghancuran Akidah Islam

Nadianto  / Dewi Purnamawati,

Forum Arimatea Solo

081329074635 , 081329300552, 0271-727764

Email : nadi_dewi@yahoo.com , purnamawatidewi@yahoo.com

_____________________________________________________________________

BIBLE MENGANTAR  AKTIFIS GEREJA MEMPERJUANGKAN ISLAM

Kisah Mualaf : Dra. Dewi Purnamawati

Assalaamu ‘alaa manittaba alhudaa

( Semoga keselamatan diberikan kepada orang yang mengikuti petunjuk. )

Perkenalkan, saya Dra. Dewi Purnamawati, lahir di Solo tahun 1962. Tahun 1971 saya ikut ayah yg anggota AURI pindah tugas ke Pulau Lombok. Sekolah di Lombok NTB, di SD Katolik St. Antonius Ampenan, SMP Katolik Kesuma Cakranegara & di STM Negeri Mataram, lulus tahun 1981. Kuliah di IKIP Yogya lulus Tahun 1985. Tahun 1986 saya kembali ke Solo dan mengajar listrik di salah satu STM.

Pengaruh kekristenan Ibu yang Aktifis Gereja, sangat kuat. Tahun 1971 Ayah yg Islam, dikristenkan ibu bahkan berhasil dibina menjadi aktifis penginjilan (misi menyebarkan ajaran Kristen) yang militan & handal. Ayah punya talenta mampu berinteraksi dan mengusir roh kegelapan. Padahal kemampuan metafisik / paranormal yang umumnya dianggap anugrah Tuhan itu, sebenarnya dari Setan.

Saya dan 2 adik saya dididik dng taat  dalam kehidupan Kristen yang fanatik. Sejak kecil sudah dicekoki doktrin-doktrin Kristen. Merendahkan & apriori terhadap Islam. Harus mampu mencitrakan bahwa Kristen adalah KASIH. Digembleng menjadi militan untuk mampu memasuki dan mempengaruhi kehidupan masyarakat Pulau Lombok yang mayoritas beragama Islam. Kami semua aktifis gereja, aktif memurtadkan muslimin.

Contoh keberhasilan didikan ibu adalah adik saya laki-laki. Sejak kira-kira Tahun 1997 ia menjadi Pendeta di daerah Cimahi setelah menamatkan S2 nya di Institut Agama Kristen TIRANUS Cimahi Bandung. Penduduk desa diajari mengelola tanaman hidrophonik sampai memasarkannya. Melalui rehabilitasi kecanduan narkoba, remaja-remaja muslim  diterapi kecanduannya. Lewat Biro Konsultasi, orang-orang bermasalah dicarikan solusi. Tetapi semua tadi hanya kedok & sarana untuk memurtadkan muslim, menerima Yesus sebagai tuhan.

Adik saya perempuan, aktifis penginjilan di Madura. Kadang kalau malam minggu dia mengamati kiai yang menyeberang ke Surabaya. Ada yang pakaian kiainya ditanggalkan, ganti pakai celana jeans & T. Shirt. Lalu asyik dalam dunia hiburan. Ini celah memurtadkan kiai ! Apalagi kalau jembatan Suramadu sudah jadi.

Saya sendiri sejak kecil sudah mampu memurtadkan teman-teman Islam saya. Mereka saya ajak Sekolah Minggu. Iming-imingnya roti, sepatu , tas , buku dsb. Akhirnya mereka dibaptis bersama-sama dng saya. Herannya para orang tua mereka tidak risau sama sekali, menganggap tidak ada masalah. Mereka tidak paham kalau anak-anaknya tergiring ke neraka.

Menikah tahun 1986 dng aktifis HMI sekaligus pengurus pengajian yang berhasil saya kristenkan. Kami punya anak tahun 1987.

Meskipun Kristen mengajarkan “Apa yang telah dipersatukan Tuhan tidak boleh diceraikan manusia.” tetapi Pendeta mengijinkan kami bercerai pada tahun 1992. Pendeta tidak punya solusi mengatasai keruwetan rumah tangga kami. Sejak itu banyak kasus gugatan perceraian keluarga kristen akhirnya diijinkan oleh pendeta. Daripada memaksakan utuhnya rumah tangga tetapi suasananya seperti dalam neraka.

Sejak itu anak saya diasuh orangtua saya di Lombok. Ia dididik menjadi seorang kristen yang militant & misionaris. Memanfaatkan talenta & pesonanya dia berhasil memurtadkan beberapa teman Islamnya. Lewat bermusik, ia tak segan menyanyikan lagu-lagu religi Islami tetapi saat natal, gantian teman-teman muslimnya ia ajak ikut main musik di gereja sambil mempromosikan kehidupan gereja yang lebih enjoy sesuai nafsu & selera anak muda. Pelan tapi pasti merekapun murtad masuk Kristen. Kuliahnya di Universitas Kristen di Jogya jurusan Pastoral Konseling, kalau lulus jadi Pendeta ! Juli 2007 saat kami dakwah ke Lombok, anak saya baru saja membagi-bagikan jilbab milik pacar-pacar muslimahnya yang berhasil ia kristenkan.

Sebenarnya sejak kecil saya sudah meragukan ajaran Kristen. Saya sering berpikir, kenapa banyak sekali kejanggalan, hal tak nalar & kisah-kisah amoral. Setiap kali bertanya guru agama, frater, pendeta, pastur bahkan pakar theologiapun jawabnya Ya & Amin, tidak boleh tanya. Atau muter-muter mengalihkan perhatian. Dihukum guru & orang tua karena nekad bertanya adalah biasa ! Geli juga kalau ditengking (spt diruqyah) pendeta karena dianggap kemasukan roh kegelapan.

Namun meski ragu, saya tetap mencoba setia dng kekristenan saya. Tetap melakukan kegiatan gereja walau kegalauan kian membengkak menyiksa nurani. Pindah ke Islam ? wow…sorry ! secuilpun tak ada minat. Sama sekali !… kalau benci.., memandang rendah…, Ya ! Kamipun sering melecehkan Islam.

Opini & persepsi negatif tentang Islam terlanjur mencengkeram erat  didalam benak kami. Bahwa Islam itu agamanya orang bodoh, melarat, pemalas, biang kerok segala kerusuhan dan kekerasan. Kebetulan kondisi umat Islam yang kami lihat di Lombok mendukung image negatif tersebut.

Namun yang namanya hidayah Allah, tidak seorangpun mampu menolaknya. “Jika Buku Pedoman sudah benar, baik dan sempurna maka tidak perlu direvisi”. Jika memang Bible/Alkitab/Injil sudah tuntas sempurna, kenapa Tuhan masih perlu menurunkan Al Qur’an ? Fakta itu mengusik logika saya. Menggoyahkan iman kristen saya.

Benarkah Bible/Alkitab itu kitab suci? wahyu Tuhan? Kenapa nabi Nuh dikisahkan  mabuk anggur lalu telanjang? Nabi Luth diminumi anggur lalu ditiduri 2 putrinya bergantian dua malam berturut-turut? Kenapa mengumbar kisah super porno super cabul sangat vulgar? Persundalan, zina kakak dng adik, ibu dng anak,bapak dng putrinya, mertua dng menantunya, lesbian (sex sesama perempuan), onanipun ada. Iman atau syahwat kita kah yang menggelegak setelah membaca petualangan sex super dahsyat dari kakak beradik Ohola Oholiba di kitab suci Yehezkiel ?

Alkitab melarang minum anggur & mabuk, kenapa Yesus justru mengubah 6 drum air jadi minuman anggur untuk dihidangkan di pesta nikah? Kenapa minuman haram ini dijadikan lambang darah Yesus yang kudus dalam perjamuan kudus di gereja? Pernah ketika perjamuan kudus satu piala anggur yg mestinya diminum bergiliran, dihabiskan seorang diri & langsung mabuk. Berarti darah Yesus memabukkan ya ?

Kenapa Allah kalah bergelut dng manusia ? Kenapa Tuhan menyesal & keliru membuat kebijakan? Kenapa Allah dimuliakan dng dusta? Kenapa laba & upah sundal kudus bagi Tuhan? Kenapa Tuhan berhenti bekerja & perlu istirahat? Apakah  Tuhan kelelahan ? Kenapa manusia bisa melahirkan Tuhan? Disaat Yesus ada di dunia, Allah ada di Surga.  Ada Yesus duduk disebelah kanan Allah. Jelas kan Yesus & Allah itu 2 oknum berlainan & terpisah? Kenapa dipaksakan bahwa Yesus itu Allah? Yesus makan minum & tentunya buang hajat yang pasti najis ? Layakkah kalau Tuhan Maha Suci mengandung najis?

Yesus mengaku diutus, Allahlah yang mengutus. Yesus mengakui tidak dapat berbuat apa-apa dari dirinya sendiri, sedangkan Allah Maha Kuasa. Yesus hanya melaksanakan kehendak Bapa, tetapi Allah Maha Berkehendak. Yesus pun berdoa & Allahlah Yang Mengabulkan Doa. Yesus menolak dikatakan baik, Allahlah Yang Maha Baik. Yesus menyerahkan nyawa kepada Allah. Bukankan level / derajat Yesus jauh dibawah Allah? Kenapa Yesus disamakan dng Allah? Mungkinkah Utusan=Pengutus? Lemah=Maha_Kuasa? Pelaksana=Pengaturnya? Pemohon= Pemberi ? Menyerahkan=Menerima? Kalau Yesus memang Tuhan kenapa Nabi-nabi & orang saleh Adam, Nuh, Ibrahim, Ishak, Ismail, Daud, Salomo, Musa, Zakaria, Maria, tidak ada ceritanya menyembah Yesus ?

Kalau Yesus=Tuhan=Allah & Yesus mati disalib lalu dimana sifat Maha Hidup, Kekal, Tidak Berawal Tidak Berakhir & Maha Kuasa_Nya ? Siapa yang kuasa mematikan Tuhan? Lalu saat Tuhan mati yang mengatur alam semesta ini siapa ? yang menjawab doa siapa ? Yang menggantikan/ mengambil peran Tuhan siapa? Ataukan ada Tuhan lain yang mengendalikan alam semesta seisinya ?

Kenapa Tuhan punya  silsilah bahkan ada 2 versi yg sangat berbeda ( versi Matius & Lukas )? Berarti Tuhan punya bapak, kakek, buyut, nenek moyang? Kenapa dalam daftar silsilah Tuhan Yesus ada Yehuda yang bersundal dng Tamar menantunya ? Lalu menurunkan  Daud yang mengintip & menzinahi Betsyeba istri Uria prajuritnya bahkan merancang terbunuhnya Uria ? Daud & Betsyeba menurunkan Salomo yang beristri 700 bergundik 300. Salomo lebih mencintai istri-istrinya daripada Tuhan. Salomo juga menyembah berhala. Apakah Logis Tuhan Maha Suci, Maha Mulia adalah keturunan orang-orang pezina, amoral & musyrik ? Ajaibnya lagi, tuhan Yesus itu keturunan Salomo sekaligus keturunan Natan kakak kandung Salomo. Nalar nggak ? Apakah iman itu harus memperkosa akal ?

TAUHID adalah menyembah hanya kepada Allah Yang Esa. Yesus & para Nabi mengajarkan Tauhid. Ayat-ayat Tauhid bertebaran didalam Alkitab, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Tetapi Paulus mengajarkan penuhanan Yesus, menyembah Trinitas. Yesus mempertahankan Taurat tetapi Paulus mencampakkan Taurat. Kenapa lebih mengikuti Paulus daripada Yesus yang mereka pertuhankan ? Berarti lebih tuhan Paulus daripada Yesus ?

Bani Israel terdiri dari 12 suku. Yesus diutus Allah hanya untuk Bani Israel, melarang murid-muridnya menyebarkan Injil keluar dari Bani Israel & kelak menghakimi 12 Suku Bani Israel. Kenapa para misionaris berdalih melaksanakan amanat agung, mengkristenkan seluruh bangsa baik jawa, cina, batak dsb? Apakah mereka itu Bani Israel? Kalau ”YA”, mereka termasuk suku Bani Israel yang mana? Kenapa menuhankan Yesus tapi menentang ajarannya ?

Seabreg kenapa, seabreg kemusykilan, seabreg kontradiksi, seabreg amoralitas didalam Bible semakin membuatku bimbang. Saya jadi malas dan enggan ke gereja, enggan membuka Bible apalagi sudah direvisi Al Qur’an.

Malam natal 24 Desember 1998, saya memaksakan diri mencoba untuk kembali mengikuti kebaktian, bukan kedamaian yang saya peroleh tapi galau itu semakin memuncak. Sejuta tanya tetap tak terjawab menggelorakan pemberontakan dalam hati. AGAMA, TUHAN, KITAB SUCI adalah masalah KEBENARAN BUKAN PEMBENARAN, maka harus tepat memilihnya karena berujung surga atau neraka!

Disaat Alkitab & Gereja tidak mampu menjawab segala tanya sehingga semakin jauh dari hati, peristiwa mengerikan nyaris merenggut nyawa saya. Melaju kencang menuju Madiun, ban mobil saya tiba-tiba kempes tertancap potongan plat besi yang terlindas. Mobil jadi zig zag tak karuan. Seketika wajah jadi pucat pasi, jantungpun berdetak kencang. Ketakutan akan kematian spontan menghantui saya. Ngeri sekali ! akan kemanakah jiwaku jika aku mati ? Kristen sudah kutinggalkan & belum menemukan agama yg benar. Untung Tuhan masih menyelamatkan. Saya berhasil mengendalikan mobil & menepi. Berhenti di pinggir persawahan sangat luas, jauh dari mana-mana. Tiba-tiba kudengar suara Adzan magrib… Bergetar hati… inikah jawaban ? …saya harus segera memutuskan !

Ketika teman meminjami buku Akhlak Islam , Masya Allah saya begitu ta’jub. Hal-hal yang nampaknya sepele pun oleh Islam diperhatikan, diatur dan ada petunjuknya didalam Al Qur’an maupun Hadist. Misal, sehabis hubungan suami istri wajib mandi besar, wanita haid tidak diperkenankan sholat , masuk masjid & membaca Al Qur’an suci, istri pergi harus seijin & diridhoi suaminya, yang jalan memberi salam yang duduk dsb. Tentulah hal-hal besar & penting lebih diperhatikan lagi !  Islam betul-betul tuntunan & pedoman hidup dari Tuhan. Sangat kontras dng Kristen, dimana hal-hal besar & sangat mendasar seperti beragama Kristen, merayakan Natal & menyembah Trinitas ternyata tidak diwahyukan Allah  alias rekayasa ajaran manusia semata.

Setelah bertahun-tahun saya mengalami pergulatan batin, melakukan perenungan serta memohon petunjuk kepada Tuhan yang sebenar-benarnya Tuhan, maka Februari 1999, Allah melapangkan dada saya untuk memeluk Islam, Agama Kebenaran, Agama Tauhid dari Allah, Agama yang dianut &  diajarkan oleh semua Nabi & Rasul. Syariat Islam berkembang dari Rasul demi Rasul menuju syariat Rasul Muhammad saw yg telah tuntas, sempurna & diridloi Allah.

Beberapa ujian  setelah saya Islam antara lain :

  1. 1. Keluarga, teman & tetangga yang Kristen mengucilkan saya sementara orang-orang Islam masih mencurigai  keIslaman saya.
  2. 2. 14 Agustus 2001 Dokter memvonis umur saya tinggal 2 tahun karena sakit parah.
  3. 3. Saya sempat terperosok kedalam kesesatan. Sholat di masjid2 kuno, akrab dng kuburan2 keramat/wali minta berkah, makan roti dirajah tulisan arab, amalan ini itu, pakai ini itu agar terkabul hajat. Semua saya lakukan atas petunjuk Kyai, yang katanya kebal senjata, dapat memukul lawan dari jarak jauh. Terkuaklah dusta Kyai. Ketika saya menghadapi masalah dikepung orang orang yang akan mencelakai saya. Sang kyai tidak mampu berbuat apa-apa selain komat-kamit didalam rumah tidak berani keluar. Ketika mengalami kecelakaan, sang Kyai cidera berat dan anaknya meninggal. Dimana keampuhannya ? Dzikir tahlil wiridan semalam suntuk lebih diutamakan daripada kewajiban sholat subuh tepat waktu berjamaah di masjid. Jadwal sholat subuhpun bergeser jam 10 pagi karena bangunnya selalu siang.
  4. 4. Usaha bangkrut ditipu Kyai yg berlagak membimbing saya. Mungkin Allah menegur saya karena mengabaikanNya, lebih taat & bergantung pada Kyai.
  5. 5. Suami saya kedua, satu-satunya manajer yang kokoh beragama Islam di suatu perusahaan otomotive besar, diperlakukan sangat diskriminatif dan tidak menyenangkan oleh pimpinannya yang baru saja diangkat sebagai pendeta. Oleh teman-temannya yang aktifis gereja, dikondisikan agar tidak kerasan dan akhirnya memilih mengundurkan diri.
  6. 6. 18 Agustus 2003 ketika keislaman saya mulai bersemi suami saya kedua  yang mengenalkan Islam & membimbing saya, tanpa sakit dipanggil Allah SWT. Padahal ketika itu justru sayalah yang  sedang sakit keras dan pedihnya lagi uang didompetpun tinggal Rp. 10.000,-
  7. 7. Seminggu kematian suami, Ibu datang dari Lombok menekan saya untuk kembali Kristen. Ketika saya nekad Islam maka semua biaya hidup saya sejak kecil hingga dewasa harus saya kembalikan. Untung saya punya Allah tempat bergantung & Maha Kaya. Dibantu Ustad & beberapa rekan saya mampu mengembalikan apa yang diminta Ibu.
  8. 8. Karena menjanda lagi dan sendiri, saya bermaksud mengambil anak saya yang dipelihara ibu saya di Lombok untuk saya didik & menemani saya di Solo. Tetapi tidak diperkenankan Ibu kecuali kalau saya kembali Kristen. Padahal untuk mendapatkan anak yg semata wayang itu, ibaratnya, saya harus mempertaruhkan nyawa hampir keguguran sampai 3X. Sayapun susah payah mengandungnya.
  9. 9. Malam 27 Ramadhan Tahun 2004 anak saya dari Lombok menelpon memberikan pilihan : ‘Pilih Anak atau Agama’, kalau pilih anak harus kembali ke Kristen. Karena saya telah bersyahadat, berikrar setia kepada Allah, maka tegas tanpa ragu tidak perlu berpikir panjang saya pilih agama. Allah lebih pantas dicintai, lebih pantas dinomor satukan, lebih kokoh dijadikan tempat bergantung daripada apapun juga termasuk anak & seluruh keluarga. Sejak itu pula saya resmi di PHK seluruh keluarga. Oleh nenek saya dari pihak ibu, saya di PHK sebagai cucu, Pakde Bude memPHK saya jadi keponakannnya, Bapak-Ibu memPHK saya sebagai anak, adik-adik yang sejak kecil  saya turut mengasuh, membiayai pendidikan & pernikahan mereka, telah memPHK saya sebagai kakak. Kalaupun dalam mempertahankan Islam, kehilangan harta, anak & keluarga masih belum cukup, masih pula harus kehilangan hidup & nyawa saya satu-satunya, asal tidak kehilangan ridho & rahmat_Mu Ya Allah, hamba siap ! Semoga Allah mengokohkan iman hamba.
  10. 10. Prihatin dengan maraknya pemurtadan & kristenisasi, padahal saya telah paham & meyakini betul benarnya Islam & sesatnya Kristen, maka saat ini saya bergabung dng Forum Arimatea Solo menyampaikan mana agama yang Haq mana agama yang Batil. Turut berdakwah membentengi umat dari bahaya pemurtadan & kristenisasi. Sayapun jadi biasa menerima ancaman. Pernah dilaporkan di kelurahan dianggap membuat keresahan, akan dilaporkan polisi, akan dibunuh, akan digantung maupun akan dirobek-robek muka saya. Tetapi saya tidak gentar dan Insya Allah tidak akan mundur sejengkalpun. Karena Allah yang Maha Kuasa dan Maha menepati janji menjanjikan lewat Qur’an surat Muhammad ayat 7 : “BARANGSIAPA MENOLONG AGAMA ALLAH MAKA ALLAH AKAN MENOLONGNYA DAN MENGUKUHKAN KEDUDUKANNYA.” Dan siapapun tak akan mampu mendatangkan kemudharatan jika Allah tidak menghendaki itu terjadi.

Gelombang ujian yang bertubi-tubi janganlah menyurutkan iman. Allah tidaklah zalim membuat hambaNya menderita. Allah mencintai hambaNya, menatar & menggembleng hambaNya agar layak menempati kedudukan yang lebih mulia disisiNya. Sungguh mengagumkan orang mukmin itu, diuji penderitaan ia bersabar. Itu baik baginya. Diuji nikmat ia bersyukur dan itupun baik baginya.

Inilah sekelumit kisah kegalauan saya terhadap Kristen yg saya anut selama 30an tahun dan perjuangan saya dalam mempertahankan hidayah Dienul Islam. Agama mulia yang mengajarkan amar makruf nahi munkar & beriman kepada Allah. Satu-satunya jalan lurus menuju rahmat Allah, keselamatan, kebahagiaan & kenikmatan hakiki & abadi … Surga Allah !

Semakin mempelajari Kristologi saya menemukan bukti-bukti berikut yang menguatkan  bahwa Kristen bukan wahyu Tuhan :

  1. 1. Tidak ada satupun ayat di Bible menunjukkan bahwa Allah maupun Yesus menyuruh manusia beragama Kristen. Bahkan ayat Kis 11:26 menunjukkan bahwa istilah Kristen baru muncul setelah Yesus diyakini mati & naik ke surga. Berarti Yesus belum dengar, tidak kenal apalagi mengajarkan Kristen.
  2. 2. Amanat Agung (misi mengkristenkan dunia) dalam Matius 28:16-20 ternyata  ayat  tambahan  ciptaan para penginjil untuk menyebarkan ajaran Kristen ke seluruh dunia. Pemalsuan ini dibeberkan oleh Hugh J. Schonfield nominator Nobel tahun 1959 dalam buku The Original New Testament, Juga oleh Robert Funk, Profesor Ilmu Perjanjian Baru dalam buku The Five Gospels.
  3. 3. Doktrin Kristen bahwa “Firman adalah Tuhan…” dalam ayat Yohanes 1:1-18 ternyata memanipulasi hymne Platonis yang semula berbunyi “…Logos (firman) itu berasal dari Tuhan…” Pemanipulasian ayat ini dibeberkan oleh Bapa Gereja Santo Agustinus dalam bukunya The Confession of St. Augustine.
  4. 4. Jesus seminar terdiri dari 76 ahli-ahli Alkitab dari berbagai disiplin ilmu dari Amerika Utara yang berseminar 2x setahun sejak 1985-1996, menegaskan bahwa pernyataan & perbuatan Yesus yang tertulis di Alkitab, 82%nya meragukan hingga palsu.
  5. 5. Penuhanan Yesus dikukuhkan oleh manusia pada th.325 dalam Konsili (musyawarah para Uskup ) di Nicea yang dipimpin oleh Kaisar Konstantin dihadiri 318 uskup.
  6. 6. Penuhanan Roh Kudus menyusul dikukuhkan oleh manusia th.381 di Konsili Konstantinopel I  dipimpin Kaisar Teodosius dihadiri 150 uskup. Konsili juga menambahkan Credo “Percaya bahwa Roh Kudus adalah Tuhan
  7. 7. NATAL ! perayaan paling meriah sekaligus ibadah paling sakral  bagi umat Kristiani, ternyata bukan perintah Tuhan, bukan ajaran Yesus, tidak ada di  Bible.  Natal baru muncul abad IV, mengadopsi & menggantikan perayaan kelahiran dewa matahari.
  8. 8. Ditetapkannya tgl. 25 Desember sebagai hari kelahiran Tuhan Yesus adalah KEBOHONGAN PUBLIK karena menyelisihi Bible (Lukas 2:8, Matius 2:1-2) , menyelisihi Al Qur’an ( QS Maryam : 23-25) tetapi mengikuti ajaran paganisme (penyembahan berhala) bahwa dewa-dewa: Mithra di Persia, Baachus di Yunani, Krisna di India dsb diyakini lahir tgl. 25 Desember & dirayakan besar-besaran. Tuhan lahirnya ikutan berhala ?
  9. 9. Ketentuan Tuhan bahwa Hari Sabat,  hari ibadah adalah hari Sabtu, digeser Kaisar Konstantin menjadi hari Minggu, mengikuti hari suci mingguannya para penyembah dewa matahari yaitu Hari menyembah Matahari (SUN DAY) alias Minggu. Ketentuan Tuhan diabaikan, ketentuan manusia ditaati.
  10. 10. Doktrin ketuhanan Trinitas (Tuhan Bapa/Allah, Anak/Yesus & Roh Kudus) ajaran Paulus (bukan ajaran Yesus) nampak mengadopsi pola penyembahan Tritunggal kaum Paganis (penyembah berhala)  yang sangat luas penyebarannya & kuat pengaruhnya baik dimasa sebelum, disaat maupun sesudah Yesus .

Contoh  Pola Penyembahan Tritunggal  yg dilestarikan Kristen jadi Trinitas :

WILAYAH TUHAN 1 TUHAN 2 TUHAN 3
India Brahma Wisnu Syiwa
Persia Oromasdes Mithra Arimanius
Mesir Osiris Horus Typhon
Yunani Orphicphanes Ericapeus Metis

Sebaliknya, semakin mengkaji dan mengamalkan Islam semakin terkuak betapa hebat dan dahsyatnya Islam. Klop dng fitrah manusia, menghargai akal dan tidak pernah merendahkan akal. Tetapi yang jelas  memang dari Allah, milik Allah swt dan akan selalu dijaga oleh Allah sendiri dari campur tangan manusia yang menyesatkan.

Setelah saya banyak mengkaji Al Qur’an ternyata banyak sekali koreksi terhadap kesesatan & makar Kristen. Diantaranya menyiratkan :

1.Mereka menulis Alkitab dng tangan mereka lalu dikatakan dari Allah  QS 2:79

2.Kristen Bukan dari Allah QS 3:19

3.Kristen Ditolak Allah QS 3:85

4.Kristen adalah kafir & masuk neraka jahanam Qs 5:72,73  QS 98:6

5.Yesus bukan Putra Allah & Kristen mengikuti Paganisme QS 9:30

6.Yesus tidak pernah mengatakan dirinya Tuhan QS 5:116

7.Yesus tidak dibunuh & tidak disalib berarti tidak ada penebusan dosa QS 4:157

8.Tuhan tidak beranak & tidak diperanakkan QS 112:3

9.Kristen menyimpang dari ajaran Yesus QS.23:53

10.Yesus hanya hamba & nabi Allah QS 19:30

11.Kristen melampaui batas dalam beragama QS 4:171

12.Tidak boleh dipilih sebagai pemimpin / teman akrab QS 5:51,57

13.Tidak akan senang hingga mukmin mengikuti  millah mereka QS 2:120

14.Selalu memerangi & memurtadkan muslim QS 2:217

15.Menghalangi jalan Allah & menghendaki jadi bengkok QS 3:99

16.Jika diikuti akan mengembalikan mukmin jadi kafir QS 3:100

Sungguh betapa malu, hina dan celakanya  saya dihadapan Allah SWT Rabb semesta alam, Pencipta, Penguasa, Pemelihara segalanya, Pemberi rejeki & segala fasilitas hidup, Pemilik Surga & Neraka, sekiranya sampai ajal menjemput masih berkubang dalam agama lama yang sesat & menyesatkan, yang menyelisihi pedoman hidup yang diberikan Allah.

Sungguh saya bersyukur bahwasanya Allah SWT telah mengentaskan saya dari kesesatan dan menunjuki saya jalan lurus yang terang benderang memisahkan yg haq & yg batil yaitu Dienul Islam.  Namun Sekaligus saya sangat prihatin karena begitu banyak saudara saya sudah muslim sejak lahir tetapi tidak memahami betapa Islam jauh lebih berharga dari dunia seisinya, lebih  bernilai dari nyawa kita satu-satunya. Karena bodoh akan Islam, mereka mudah diperdaya setan jin maupun setan manusia, mudah murtad meninggalkan Islam.

Akhirnya saya mohon doa agar saya dan suami saya sekarang (Pengurus Arimatea Solo)  selalu mendapat rahmat, barokah dan inayah Allah. Agar sisa umur kami bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi sebesar besarnya bagi Islam dan Umat Islam. Tetap istiqomah dijalan Allah sampai ajal menjemput dng husnul khatimah atau syahid dijalan_NYA.  Amiin.

KENAPA HARUS & HANYA ISLAM ?

Fakta, begitu banyak agama/ keyakinan/ paham di dunia ini. Hanya satu yang baik, yang benar, yang lurus , yang dari Allah & diridhoi_NYA, yang mampu mengantarkan kita ke Surga_NYA nan abadi. juga membawa damai sejahtera penuh barokah & rahmat Allah saat di dunia. Yaitu Islam !  Tetapi kalau faktanya Umat Islam tidak damai sejahtera penuh barokah & rahmat Allah, bukan karena Agama Islam yang salah tetapi karena UMAT ISLAM TIDAK MELAKSANAKAN AJARAN ISLAM.

Tegas ! Selain Islam, adalah sesat & menyesatkan ! mengantarkan ke Neraka Jahanam, kekal didalamnya sekaligus menjadikan penganutnya seburuk-buruk makhluk ! (QS 3:85, 98:6, 6:153) Meskipun dipeluk mayoritas penduduk bumi, meskipun disahkan oleh Negara, meskipun banyak pendusta mengatakan semua agama itu baik & benar dan juga berhak masuk Surga.

Bukan fanatik, tetapi kebenaran harus ditegakkan. Jangan biarkan kesesatan merajalela menenggelamkan kebenaran sehingga yang benar nampak buruk, yang batil dianggap baik, bahkan disanjung-sanjung.

Sekali lagi kalau mau selamat dunia akherat, Harus Islam sampai mati ! Kenapa ?

1. HANYA ISLAM AGAMA MILIK ALLAH PEMILIK SURGA

Qs Ali Imran (3) : 19

Sesungguhnya agama di sisi/ milik Allah hanyalah Islam

Selain Islam bukan dari Allah tetapi produk budaya manusia. Maka di Kitab suci manapun selain Islam tidak akan pernah dijumpai ayat yang tegas gamblang menyatakan / menyebut nama agama tersebut. Contoh : penamaan agama Yahudi, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, Kong Hu Cu dsb adalah sebutan yang diberikan oleh manusia, bukan nama agama dari Allah.

  1. 2. HANYA ISLAM JALAN YANG LURUS MENUJU SURGA ALLAH.

Qs. Al An’aam (6) : 153

dan bahwa ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya…

Allahlah Pencipta & Penguasa  Surga & manusia. Islam adalah Jalan Allah, jalan menuju Allah, keridhoan & Surga_NYA. Jalan-jalan lain menjauhkan dari jalan Allah & menjauhkan manusia dari Keridhoan & Surga Allah.

3. SELAIN  ISLAM DITOLAK ALLAH DAN DIAKHIRAT RUGI

Qs Ali Imran (3) : 85

Barang siapa mencari selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi

Tidak Islam = tidak mengikuti Aturan dari Allah maka ditolak Allah Sang Hakim, Sang Penentu. Kenapa Rugi ? Karena sebaik & sebanyak apapun amalnya di dunia tidak ada pahalanya, tidak mungkin masuk Surga & tempatnya di Neraka kekal abadi dalam adzab yang pedih.

4. ISLAM SATU-SATUNYA AGAMA UNTUK SELURUH UMAT MANUSIA, DIANUT & DIAJARKAN SEMUA RASUL

QS AnNahl  ( 16 ) : 36

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Taghut itu”,

QS Al Mukminun (23) : 52

Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku.

Islam berinti Tauhid ( menyembah & berserah diri hanya kpd Allah & menjauhi Taghut ) telah diajarkan oleh Rasul pada setiap Umat. Islam = Agama yang satu, dari Allah untuk semua umat. Munculnya agama lain seperti Yahudi, Kristen dsb, karena menyimpangnya pengikut-pengikut Rasul (QS. Al Mukminun :53 ). Selain inti ajaran yaitu Tauhid, Islam memberi aturan ( Syariah ) yang berbeda-beda untuk tiap Umat, tiap periode Rasul. Syariah berkembang sesuai perkembangan Umat.

5. HANYA AGAMA ISLAM yang SEMPURNA, & DIRIDHLOI ALLAH

QS Al Maidah (5) : 3

…Pada hari ini telah KU_sempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah KU_cukupkan kepadamu nikmat_KU, dan telah KU-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…

Perkembangan Syariah Islam dari periode rasul ke rasul  akhirnya mencapai kesempurnaan & telah dirihoi Allah ketika turunnya ayat ini, menjelang Nabi Muhammad  wafat.

Marilah sami’naa wa atha’naa. Dengar & LAKSANAKAN ! tidak perlu seperti kaum liberal yg hobi meniru Iblis mengkritisi Syariat & ketentuan Allah. Dari Allah PASTI BAIK ! sebab Allah Maha Tahu, Maha Bijak, Maha Sempurna. Apalagi kita ini sangat bergantung & pasti kembali kepadaNYA.

Nadianto  / Dewi Purnamawati,

Forum Arimatea Solo

081329074635 , 081329300552, 0271-727764

Email : nadi_dewi@yahoo.com , purnamawatidewi@yahoo.com

____________________________________________________

KALO PINGIN TANYA, SILAKAN TANYA LANGSUNG SAMA BU DEWI, ADA NOMER HP N ALAMAT EMAILNYA DI ATAS.

KALO PINGIN DOWNLOAD FILE INI SILAKAN KLIK INI

KALO PINGIN DOWNLOAD FILE KESESATAN NATAL, SILAKAN KLIK INI

Oleh: islamarket.net | 28 Desember 2009

SBY Ketakutan Gurita Cikeas

SBY VS Gurita Cikeas

SBY VS Gurita Cikeas

Jakarta – Istana dinilai terlalu berlebihan dalam merespon beredarnya buku ‘Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century’. Sikap reaktif istana justru menjadi keuntungan sendiri bagi penulis buku itu, George Junus Aditjondro.

“Reaksi istana, SBY terlalu melankolis, terlalu berlebihan. Ini malah berbalik menjadi iklan gratis bagi buku George. Masyarakat yang tidak terlalu peduli, menjadi penasaran untuk mendapatkannya,”kata pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia Burhanuddin Muhtadi saat berbincang dengan detikcom, Senin (28/12/2009).

Menurut Burhanuddin, buku tersebut sebenarnya tidak terlalu kuat secara akademis karena hanya mengumpulkan informasi dari sejumlah media, internet dan sumber lainnya yang tidak bisa diverifikasi. Oleh karenanya, reaksi istana tidak perlu berlebihan.

Burhanuddin menyanyangkan sikap istana yang justru menanggapi buku itu dengan cara-cara yang nonakademik dengan menyebut tidak mengandung kebenaran dan hindari fitnah.

“Kalau buku harus dilawan dengan buku, ditunjukkan kekurangan, kelemahan metodologinya,” ujarnya.

Dalam perayaan Natal Bersama Tingkat Nasional semalam Presiden SBY meyerukan agar bangsa Indonesia menjauhkan sikap dan perilaku fitnah, berita bohong dan melampaui kepatutan.

“Meski tidak ditujukan secara rinci. Saya kira pesan itu mengarah pada buku George Aditjondro. Apalagi itu kemudian ditegaskan oleh jubir kepresidenan yang mengatakan buku itu tidak mengandung kebenaran,” ujarnya.

SILAKAN DOWNLOAD BUKU GURITA CIKEAS

__________________________
http://www.detiknews.com/read/2009/12/28/110200/1266756/10/sikap-istana-iklan-gratis-buat-buku-george?991101605

Oleh: islamarket.net | 28 Desember 2009

Refleksi Akhir Tahun 2009

Nomor: 173/PU/E/12/09                                                         Jakarta, 15 Desember 2009 M

Refleksi Akhir Tahun 2009

HIZBUT TAHRIR INDONESIA

Selamatkan Indonesia Dengan Syariah – Menuju Indonesia Lebih Baik

Tahun 2009 sebentar lagi akan berakhir. Fajar tahun 2010 segera menyongsong. Banyak peristiwa ekonomi, politik, sosial – budaya dan sebagainya baik di dalam maupun di luar negeri yang telah terjadi di sepanjang tahun ini. Terhadap sejumlah isu terhangat di sepanjang tahun 2009, Hizbut Tahrir Indonesia memberikan catatan sebagai berikut:

1. HASIL PEMILU DAN PEMERINTAHAN BARU

Tahun 2009 adalah tahun pemilu. Ada pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Hasilnya sudah diketahui. Partai Demokrat memenangi kompetisi dengan memperoleh suara terbanyak, berturut-turut Golkar, PDI-P, PKS, PAN, PPP, PKB, Gerindra dan Hanura. Partai lainnya, meski mendapatkan suara tapi karena tidak mencapai ambang batas parlemen (parlementary treshold) yang ditetapkan yakni 2%, maka mereka tidak memperoleh satu pun kursi di parlemen sehingga mereka terpaksa harus tersingkir dari percaturan politik formal di negeri ini. Sementara dalam ajang Pilpres, pasangan SBY – Boediono menjadi kampiun. Memenangi kompetisi dalam satu putaran dengan angka telak.

Pesta demokrasi itu diselenggarakan di tengah rakyat tak henti-hentinya dililit berbagai kesulitan hidup akibat tekanan ekonomi dan berbagai problem lain yang seolah tak berkesudahan. Adalah kemiskinan yang mendorong ratusan ribu orang berbondong-bondong mengadu nasib di negeri orang. Tapi alih-alih uang yang didapat, tapi justru nestapa yang dirasa. Contoh kecil adalah penderitaan dan nestapa yang menimpa Siti Hajar (33). TKI di Malaysia yang asal Limbangan Garut Jawa Barat ini terluka parah akibat siraman air panas dan dipukuli majikannya. Baru saja kasus ini masuk proses penyidikan, polisi menemukan kasus yang tidak kalah memilukan: Nurul Widayanti TKI asal Desa Dindeen, Wadungan, Ngawi, Jatim tewas tergantung di rumah orangtua majikannya, juga di Malaysia. Sangat mungkin, derita yang sama-yang tidak diekspos-juga banyak dialami oleh TKI lainnya yang tersebar di kawasan Asia Pasifik (351.966) dan Timur Tengah (343.487) berdasarkan data tahun 2007 (Kompas, 15/6/09).

Duka juga menyapa TNI. Banyak anggota TNI gugur bukan di medan perang, melainkan menjadi korban alutsista yang sudah “usang kadaluwarsa”. Dalam sepekan saja, dua pesawat Heli jatuh. Yang terbaru adalah Helikopter Puma SA-330 dengan nomer registrasi HT 3306 yang jatuh pada hari Jumat (12/6/2009) sekitar pukul 14.13 WIB di daerah Atang Sanjaya Bogor. Kecelakaan ini mengakibatkan gugurnya empat orang TNI dan tiga lainya luka serius. Tentu ironis. TNI, institusi yang menjadi pilar tegaknya negeri yang sangat luas teritorialnya ini, hanya memiliki peralatan tempur dan anggaran alakadarnya.

Di sektor keuangan, Indonesia juga menjadi negara yang tidak pernah merdeka dari jeratan hutang. Pada Desember 2003 posisi hutang Indonesia adalah Rp 1.275 triliun. Pada Januari 2009, hutang Indonesia telah membengkak menjadi Rp 1.667 triliun. Jumlah tersebut, jika dibagi dengan jumlah penduduk Indonesia, maka tiap kepala harus menanggung Rp 7,7 juta. Selama kepemimpinan SBY-JK, hutang Indonesia meningkat hampir 13% (Rp 400 triliun) hanya dalam kurun waktu empat tahun, yakni naik sekitar Rp 80 triliun pertahun. Inilah “prestasi hutang” terbesar dari pemerintahan SBY-JK dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. Jelas, angka ini tidak sebanding dengan anggaran untuk sektor yang menyangkut hajat hidup rakyat banyak, seperti pertanian (Rp 8 triliun), pendidikan (Rp 62 triliun), kesehatan (Rp 20 triliun), kementerian lingkungan hidup (Rp 376 miliar). Sementara itu, dalam APBN 2009, untuk membayar hutang tersebut telah dianggarkan dana sebesar Rp 162 triliun.

Yang lebih parah, dalam dokumen yang ditemukan INFID, program BLT yang diklaim sebagai program hasil rancangan Pemerintah Indonesia ternyata ada dalam dokumen Bank Dunia. Dalam “Document Policy Loan (DPL)” Bank Dunia, program BLT tersebut didukung oleh ADB (Asian Development Bank) dan Jepang, dan ini adalah program Bank Dunia (Media Indonesia, 15/6).

Ini tentu ironis. Pemerintah ternyata memberikan “uang cuma-cuma” kepada sebagian rakyat dari hasil hutang luar negeri yang juga harus ditanggung rakyat. Dengan kata lain, sebagian rakyat yang mendapatkan BLT sebesar Rp 300 ribu setiap tiga bulan, ternyata sekaligus diberi beban hutang oleh Pemerintah sebesar Rp 7,7 juta per kepala.

Bagaimana sikap penguasa terhadap borok-borok yang bermunculan silih berganti ini? Ternyata kepedulian penguasa dan elit politik hanya bersifat musiman. Rakyat hanya diperhatikan setiap menjelang Pemilu dan Pilpres. Derita rakyat sekadar dieksploitasi ramai-ramai sekadar untuk mendongkrak popularitas dan perolehan suara di setiap ajang pemilu.

Pertanyaannya, akankah pergantian kepemimpinan Indonesia 2009 membawa perubahan bagi rakyat? Mampukah penguasa baru membawa Indonesia menjadi negara yang merdeka dari penjajahan ekonomi, politik, hukum dan budaya? Bisakah pergantian sosok pemimpin menjadi solusi bagi Indonesia untuk mengatasi krisis multidemensi yang kronis ini? Waktu terus bergulir dan telah membuktikan semua, bahwa meski penguasa telah berganti berkali-kali, tetapi Indonesia justru makin terperosok pada kondisi problem multidimensi.

Seiring dengan besarnya keinginan partai politik untuk meraih dukungan dan kue kekuasaan, pragmatisme politik makin kuat terjadi. Hal ini tampak dari koalisi-koalisi yang dibentuk dalam pilpres maupun pilkada dan gagasan atau wacana yang dilontarkan parpol. Pragmatisme politik membuat warna ideologi partai menjadi kabur. Untuk partai politik sekuler mungkin biasa, tapi ternyata pragmatisme politik juga melanda parpol Islam. Bahkan ada parpol Islam yang mengatakan bahwa perjuangan ideologi sudah tidak lagi relevan. Bila demikian, lantas apa fungsi dari adanya parpol Islam?

Berharap kepada DPR baru?

Sekitar 70% anggota DPR Periode 2009-2014 memang benar-benar baru. Namun, sesuai dengan hasil Pemilu 2009 lalu, keanggotaan DPR baru itu tetap didominasi oleh partai-partai lama yang notabene sekular. Berdasarkan ketetapan KPU, perolehan kursi tiap parpol di DPR adalah: Partai Demokrat 150, Partai Golkar 107, PDIP 95, PKS 57, PAN 43, PPP 37, PKB 27, Gerindra 26, Hanura 18 (Mediacenter.kpu.go.id, 14/5/2009).

Dengan keanggotaan yang mayoritas berasal dari parpol-parpol sekular, umat Islam yang mayoritas di negeri ini tentu tidak bisa banyak berharap bahwa DPR baru ini akan berpihak kepada kepentingan umat. Pasalnya, meski banyak anggota baru yang muslim, visi dan misi mereka tetaplah sama dengan partainya, yakni sekular. Karena itu, jangan berharap, misalnya, DPR baru akan banyak menerbitkan UU yang sesuai dengan syariah, meloloskan peraturan yang melarang aliran-aliran sesat seperti Ahmadiyah dan sebagainya. Yang bakal terjadi adalah seperti DPR periode lalu, mereka akan banyak memproduksi UU sekular yang notabene bertentangan dengan syariah.

Selain itu, secara umum rakyat pun pantas untuk pesimis. Pasalnya, kualitas anggota DPR yang baru diperkirakan menurun. Ini karena pada Pemilu Legislatif lalu, dengan mekanisme suara terbanyak, banyak anggota DPR terpilih lebih karena faktor popularitas semata. Bukan karena kapabilitas. Wajar jika kalangan artis/selebritis, misalnya, bisa dengan mudah mengalahkan caleg dari kalangan politisi kawakan yang sebenarnya lebih kapabel hanya karena menang populer.

Untuk menilai kualitas para anggota DPR baru, kinerja para anggota DPR lama bisa dijadikan acuan. Pusat Kajian Anti (Pukat) Korupsi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menilai kinerja Legislatif periode 2004-2009 masih buruk. Hal ini terlihat antara lain dari efektivitas pembuatan undang-undang serta komitmen untuk pemberantasan korupsi. Menurut peneliti dari Pukat Korupsi UGM Hifdzil Alim beberapa UU yang dihasilkan DPR juga memiliki substansi buruk, misalnya UU Pertambangan Mineral dan Batubara (UU No.4 Tahun 2009), karena memberlakukan kontrak karya hingga berakhir. UU Badan Hukum Pendidikan (UU No.9 Tahun 2009), karena memasukkan konsep perusahaan ke dalam konsep penyelenggaraan pendidikan.

Dengan kualitas DPR yang buruk tersebut, wajar jika sejumlah survei menunjukkan tingginya kekecewaan masyarakat terhadap lembaga ini. Hal ini sangat beralasan. Pasalnya, banyak produk UU yang dihasilkan DPR terbukti tidak memihak rakyat yang berada di tengah himpitan dan beban hidup yang semakin sulit dan berkepanjangan. Misalnya, UU Migas, UU Penanaman Modal, UU SDA, UU BHP, UU Minerba dan lainnya yang akan menimbulkan kehancuran perekonomian nasional dan lingkungan serta meningkatkan kemiskinan, pengangguran, kebodohan, kelaparan rakyat di negeri yang kaya ini.

DPR: Wakil Siapa?

Melihat track-record DPR yang seperti itu, rakyat boleh semakin khawatir bahwa sejumlah RUU yang masuk dalam Prolegnas 2009-2014 pun akan tetap mengesampingkan kepentingan rakyat dan lebih memihak kepentingan mereka yang punya uang. Pasalnya, ‘aroma uang’ hampir selalu mewarnai setiap pembahasan RUU di DPR. Beberapa produk UU seperti UU Migas, UU SDA dan UU Penanaman Modal, misalnya, diduga kuat didanai oleh sejumlah lembaga asing seperti World Bank. Simak, misalnya, pernyataan USAID (United States Agency for International Development) “USAID has been the primary bilateral donor working on energy sector reform.” Khusus mengenai penyusunan UU Migas, USAID secara terbuka menyatakan, “The ADB and USAID worked together on drafting a new oil and gas law in 2000” (http: www.usaid.gov/pubs/cbj2002/ane/ id/497-009.html).

Berdasarkan UU Migas No 22 tahun 2001 ini, pemain asing boleh masuk dari hulu sampai hilir. Saat ini, menurut Dr. Hendri Saparini, lebih dari 90% dari 120 kontrak production sharing dikuasai korporasi asing. Dari sekitar satu juta barel perhari produksi minyak mentah Indonesia, Pertamina hanya memproduksi sekitar 109 ribu barel, sedikit di atas Medco 75 ribu barel. Sebaliknya, produksi terbesar adalah Chevron sekitar 450 ribu barel perhari. Berdasarkan UU Migas yang radikal itu pula, pada 2004 sebanyak 105 perusahaan swasta mendapat izin untuk merambah sektor hilir migas, termasuk membuka SPBU.

Campur tangan asing dalam pembuatan UU tak hanya di sektor migas (minyak dan gas), tetapi juga di sektor lainnya. RUU Kelistrikan, misalnya, dibuatkan oleh Bank Dunia. RUU BUMN dibuatkan oleh Price Waterhouse Coopers. RUU SDA, RUU Maritim, RUU BHP dan regulasi mengenai hajat hidup rakyat juga tak lepas dari intervensi asing. Bahkan khusus terkait dengan yang terakhir, yakni RUU BHP, menurut Darwis SN, pemerhati kebijakan publik, yang juga alumnus University of Adelaide Australia, draft-nya sebenarnya telah dirancang sejak pertemuan “World Declaration on Higher Education for the Twenty-First Century: Vision and Action” di Paris tahun 1998 yang disponsori UNESCO. Ini merupakan salah satu konsekuensi dari General Agreement on Trade in Services (GATS) WTO yang meliberalisasi perdagangan 12 sektor jasa, antara lain layanan kesehatan, teknologi informasi dan komunikasi, jasa akuntansi, pendidikan tinggi dan pendidikan selama hayat. Bersama Amerika dan Inggris, Australia memang paling getol mendesakkan liberalisasi sektor jasa pendidikan melalui WTO. Pasalnya, sejak tahun 1980-an, mereka mendapatkan keuntungan paling besar dari liberalisasi jasa pendidikan (Ender dan Fulton, Eds, 2002). Pada tahun 2000 saja, ekspor jasa pendidikan Amerika mencapai USD 14 miliar atau Rp 126 triliun.

Di bidang penanaman modal, pihak asing juga dibiarkan mengambil-alih perusahaan-perusaahan negara yang menguasai hajat hidup orang banyak, seperti BUMN. Dengan UU No. 25/2007 tentang Penanaman Modal, pemain asing dan pemain lokal dibiarkan bebas berkompetisi di Indonesia. Pasal 7 ayat 1 dan 2 malah menghalangi “nasionalisasi” dengan berbagai aturan yang menyulitkan dan merugikan negara sendiri. Yang terjadi justru internasionalisasi BUMN. Tahun 2008, Komite Privatisasi memutuskan untuk melego 34 BUMN, melalui proyek privatisasi, dan melanjutkan privatisasi 3 BUMN yang tertunda tahun sebelumnya (Bisnis Indonesia, 5/2/2008).

Di sektor perbankan, ada UU Perbankan dimana melalui pasal 22 ayat 1b UU Perbankan ini, warga negara dan badan hukum asing bebas untuk bermitra dengan warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia mendirikan Bank Umum. Pihak asing pun bisa memiliki hingga 99% saham bank di Indonesia. Saat ini 6 dari 10 perbankan terbesar di Indonesia kepemilikan mayoritasnya dikuasai asing.

Dengan semua kenyataan di atas, tentu tidak salah jika Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengungkapkan, tidak ada produk hukum yang lahir dari (baca: demi) kepentingan masyarakat murni (Jabarnews.com, 11/6/2009). Jika banyak UU tidak ditujukan demi kepentingan rakyat, lalu DPR itu wakil siapa? Karena itu, DPR sebagai wakil rakyat itu hanyalah klaim.

Kabinet Baru: Pemerintahan Neo Liberal

Pemerintahan baru periode 2009 – 2014 telah terbentuk, ditandai dengan pelantikan SBY sebagai Presiden dan Boediono sebagai Wakil Presiden, diikuti dengan penyusunan dan pelantikan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Sebagian pihak menilai susunan kabinet baru ini sudah tepat karena telah mencerminkan kerterwakilan kelompok politik yang disandingkan dengan pelibatan orang-orang profesional. Namun sejumlah pihak menilai penyusunan kabinet yang diawali dengan pentas audisi calon menteri itu justru menjadi semacam antiklimaks dari harapan masyarakat akan pemerintahan profesional yang berpihak kepada rakyat dan semangat yang selama ini didengungkan.

Perlu diingat, dalam kampanye, pasangan presiden terpilih menjanjikan pengentasan kemiskinan melalui dua jalur. Pertama: meningkatkan ekonomi yang meliputi pertumbuhan, sektor riil, investasi, revitaliasasi pertanian dan ekonomi pedesaaan. Kedua: intervensi Pemerintah melalui Bantuan Langsung Tunai (BLT), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri, dan mendorong usaha mikro.

Pasangan SBY-Boediono juga berjanji akan meningkatkan pertumbuhan hingga 7%, pengangguran menurun 5-6%, stabilitas harga dijaga, Kredit Usaha Rakyat (KUR) terus dijaga, disamping janji-janji lainnya. Janji-janji itulah yang membentuk besarnya harapan rakyat yang digantungkan kepada keduanya. Untuk memenuhi janji itu, langkah pertama dan menentukan adalah memilih para menteri yang akan membantu mewujudkannya.

Masyarakat mengharapkan kabinet lebih banyak dari kalangan profesional sebagai bentuk keinginan kuat masyarakat agar ada perubahan dalam kinerja Pemerintah. Kabinet yang banyak diisi dari kalangan partai dianggap kurang berhasil dalam menjalankan amanat pemerintahan. Rakyat ingin ada perbaikan dari berbagai bidang seperti masalah kemiskinan, pengangguran serta pendidikan. Menteri dari kalangan partai dinilai akan banyak dipengaruhi oleh kepentingan politik dan partai.

Namun rakyat yang mengharapkan kabinet lebih banyak diisi kalangan profesional dan memiliki pengalaman di bidangnya itu, akhirnya harus gigit jari dan melipat kembali harapan itu. Rakyat dipaksa menerima para menteri khususnya bidang ekonomi, terutama pos yang berkait langsung dengan sektor riil, dari hasil kompromi politik. Faktor lobi dan kepentingan partai politik ternyata masih lebih kental. Harapan publik akan adanya kabinet yang profesional masih sebatas janji.

Lebih dari itu masyarakat juga harus sudah bersiap untuk kembali menelan kekecewaan akan harapan pemenuhan janji pengentasan kemiskinan dan perbakan kesejahteraan masyarakat luas. Pasalnya kabinet yang baru ini tetap kental dengan corak neoliberal. Hal itu terlihat dari komposisi kabinet yang masih diisi oleh orang-orang yang dikenal sebagai bagian dari neolib dan bahkan menduduki posisi kunci. Padahal neo liberalisme yang berurat pada ideologi Kapitalisme itu justru menjadi pangkal dari masalah kemiskinan dan masalah kesejahteraan hidup yang mendera masyarakat.

Tetap dipertahankannya orang-orang neolib di kabinet itu memang sudah diprediksi sebelumnya, mengingat rekam jejak pasangan presiden-wapres selama ini memang sudah dikenal neolib. Prediksi itu akhirnya diperteguh dengan susunan kabinet yang baru diumumkan. Akhirnya jargon ekonomi kerakyatan yang diusung selama kampanye tinggal sebatas jargon. Faktanya, ke depan agenda ekonomi neoliberal akan terus berlanjut.

Perlu diketahui, setidaknya ada delapan agenda utama liberalisasi atau kini menjadi neoliberalisasi. Pertama: mendorong pasar bebas (free market). Kedua: privatisasi dengan melakukan penjualan BUMN. Ketiga: membuat deregulasi, yakni menghilangkan aturan yang membatasi perusahaan, misalnya peraturan perusahaan asing yang dilarang mendirikan pompa bensin di Indonesia kini sudah dicabut. Keempat: liberalisasi dengan membuka pasar dan menghilangkan penghalang, seperti pajak yang membatasi ekspor dan impor. Kelima: pengurangan peran Pemerintah dalam pembangunan. Keenam: pengurangan pajak bagi kalangan menengah ke atas. Ketujuh: memotong pelayanan publik, seperti menyerahkan perusahaan air minum kepada swasta; privatisasi pendidikan, rumah sakit, dan sebagainya. Kedelapan: mengurangi segala bentuk subsidi barang seperti BBM, air, listrik, pangan, dsb.

Meski banyak wajah baru di dalam kabinet termasuk di dalam tim ekonomi, namun bukan berarti pemerintahan ke depan akan menjadi lebih pro rakyat dan meninggalkan agenda neoliberal. Kalaupun diasumsikan orang baru itu bukan penganut neolib -meski faktanya tidak demikian-, namun kerangka sistem ekonomi neoliberal itu telah dibangun melalui berbagai perundang-undangan yang dibuat. Begitu pula strukturnya juga sudah dibangun melalui sejumlah kebijakan yang diambil selama ini. Sejumlah undang-undang dan kebijakan yang ada begitu kental dengan aroma neoliberalisme, seperti UU SDA, UU Minerba, UU Penanaman Modal, UU Ketenagalistrikan, UU Migas, UU Sisdiknas, UU Kesehatan, UU Rumah Sakit, kebijakan perpajakan, Peraturan Presiden No.111/2007 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden No.77/2007 tentang Daftar Bidang Usaha yang Tertutup dan Bidang Usaha yang Terbuka dengan Persyaratan di Bidang Permodalan, dan sebagainya.

Hal itu sudah bisa dilihat dari sejak sekarang. Dalam APBN 2010 yang sudah disahkan DPR pada 30 September lalu, yang disusun oleh orang-orang yang sekarang juga masih duduk di dalam kabinet, anggaran untuk BLT ternyata tidak ada, padahal program BLT dibanggakan dalam kampanye dan dijanjikan akan berlanjut. Subsidi obat generik yang pada APBN-P 2009 besarnya Rp 350 miliar, pada APBN 2010 dihapus. Subsidi pangan dianggarkan 11,4 triliun menurun dari Rp 12,987 triliun pada APBN-P 2009. Jumlah itu diprediksi hanya cukup untuk melaksanakan program raskin 15 kg per bulan bagi 17,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) selama 10 bulan. Subsidi pupuk yang di APBN-P 2009 sebesar Rp 18,43 triliun dipangkas Rp 7,13 triliun atau 38,68 % menjadi Rp 11,3 triliun. Meskipun subsidi benih memang naik dari Rp 1,315 triliun (APBN-P 2009) menjadi Rp 1,6 triliun. Semua pengurangan subsidi itu adalah ciri khas agenda neolib. Ironisnya semua subsidi yang dipangkas itu sangat berkaitan erat dengan kehidupan masyarakat miskin dan petani. Lalu, di mana janji pengentasan kemiskinan yang digembar-gemborkan selama kampanye?

Penderitaan rakyat itu masih ditambah lagi dengan pengurangan subsidi listrik dari Rp 47,546 triliun (APBN-P 2009) menjadi Rp 37,8 triliun. Dengan berkurangnya subsidi itu, pemerintah hampir bisa dipastikan akan menaikkan TDL listrik pada 2010 mendatang. Ironisnya subsidi pajak ditanggung pemerintah (DTP) ditetapkan sebesar Rp 16,9 triliun. Padahal selama ini fasilitas fiskal itu lebih banyak dinikmati oleh para pengusaha. Ironis, subsidi untuk rakyat kecil dan miskin dipangkas, sementara subsidi untuk orang kaya begitu besar.

Agenda-agenda neolib lainnya juga akan tetap berlanjut, seperti penjualan BUMN. Program privatiasasi BUMN yang “gagal” pada tahun 2009, bisa dipastikan akan dilanjutkan. Saat ini saja, pemerintah tengah bersiap-siap akan melego Pertamina. Semua itu menjadi bukti bahwa pemerintahan baru ini hanyalah melanjutkan, atau bahkan menyempurnakan agenda-agenda neoliberalisasi yang telah dijalankan sebelumnya. Ujung-ujungnya akan menyebabkan kesengsaraan rakyat banyak.

Bisa disimpulkan, bahwa selama ideologi Kapitalisme- Neoliberalisme tetap dianut di negeri ini, maka pergantian pemimpin dan kabinet tidak akan memberikan perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat. Yang berganti hanya orangnya sedangkan ideologi dan sistemnya tidak pernah berubah. Selama ideologi dan sistemnya tidak berubah, maka perubahan mendasar dan perbaikan kehidupan masyarakat secara menyeluruh tidak akan terwujud. Karena secara ideologis, Kapitalisme dan turunannya, Neoliberalisme, memang tidak pro rakyat, melainkan pro kapitalis. Apa yang terjadi selama ini di negeri ini adalah bukti. Masihkah kita memerlukan bukti yang lebih banyak lagi?

2. BENCANA ALAM

Indonesia bukan hanya negeri yang kaya dengan sumber daya alam dan manusianya yang ramah, tetapi juga negeri dengan potensi bencana alam yang berlimpah. Indonesia berada tepat di batas-batas lempeng Eurasia, Hindia, Australia dan Pasifik. Indonesia mempunyai 129 gunung api aktif. Semua ini berpotensi gempa, tsunami dan erupsi yang mampu menghancurkan kehidupan dalam waktu seketika, sebagaimana yang baru saja terjadi, berupa gempa bumi di Tasikmalaya dan Sumatera Barat tahun 2009 ini. Indonesia juga berada di persimpangan angin dan arus laut antara Asia – Australia dan antara Hindia – Pasifik. Maka bencana banjir, longsor, abrasi gelombang pasang, puting beliung, kekeringan hingga kebakaran hutan juga sering terjadi.

Menyadari kondisi geografis dan geologis Indonesia begitu rupa, dan seringnya terjadi bencana alam, mestinya pemerintah dan rakyat Indonesia cakap dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana dan siap menghadapinya, bila bencana benar-benar terjadi. Bencana jebolnya tanggul Situ Gintung pada Februari 2009 semestinya bisa dicegah. Namun, kenyataannya pemerintah negeri ini tidak pernah belajar dari pengalaman. Bangsa ini, semestinya bisa menjadi maestro-maestro dunia dalam menghadapi bencana. Namun yang terjadi, bencana baru sebatas dihadapi dengan muhasabah dan diratapi dengan doa?

Semestinya, bencana-bencana alam itu bisa diantisipasi terlebih dulu dengan segala ikhtiar. Semestinya penguasa negeri ini menaruh perhatian yang besar, agar tersedia fasilitas umum yang mampu melindungi rakyat dari berbagai jenis bencana. Seharusnya pemerintah bisa mengerahkan para pakar untuk membuat alat dan metode peringatan dini, mendirikan bangunan yang tahan bencana, membangun tempat-tempat cadangan logistik, hingga bisa membuat masyarakat selalu tanggap darurat. Dalam ajaran Islam, aktivitas jihad adalah cara yang efektif agar masyarakat selalu siap menghadapi situasi yang terburuk. Mereka tahu bagaimana harus mengevakuasi diri dengan cepat, bagaimana menyiapkan barang-barang yang vital selama evakuasi, bagaimana mengurus jenazah yang bertebaran, dan bagaimana merehabilitasi diri pasca kedaruratan.

3. ALIRAN SESAT

Problem berat lain yang masih menghantui negeri ini adalah maraknya aliran sesat. Kian hari bukannya berkurang, namun justru terus bertambah. Padahal masalah Ahmadiyyah -sekte sesat yang mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi– belum juga berhasil dituntaskan.

Pada awal tahun ini, masyarakat digegerkan oleh terungkapnya aliran sesat Weteng Buwono. Aliran yang dipimpin Agus Imam Solichin ini terbukti sesat karena menjadikan perbuatan mesum sebagai ritualnya. Aliran yang berpusat di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan ini biasa melakukan persetubuhan dalam ritual mereka. Ritual disaksikan para anggota di bawah sorotan lampu. Ritual lainnya adalah memandikan para pengikutnya baik laki-laki maupun wanita secara bersamaan dalam keadaan telanjang.

Aliran sesat lain yang menjadikan praktik mesum sebagai ritual juga muncul di Banten. Aliran yang dikembangkan sebuah Padepokan di Desa Sekong Kecamatan Cimanuk, kabupaten Pandeglang itu dipimpin Syahrudin. Menurut Kepala Desa Sekong Wawan Gunawan, Syahrudin mengembangkan ajaran Hakekok. Ajaran sesat yang membolehkan berzina. Di padepokan yang sudah berdiri lima tahun itu, perbuatan mesum dikemas dalam sebuah praktik ritual kawin gaib di ruangan gelap. Mereka mengakui bersedia melakukannya karena akan mendapat ilmu tinggi. Padepokan tempat berbuat mesum berkedok majelis dzikir itu pun akhirnya dibakar masa pada awal September lalu. Sedangkan Syahrudin sendiri ditahan Mapolres Pandeglang untuk menghindari amuk massa.

Munculnya aliran sesat juga menghebohkan warga Kudus pada awal November 2009. Aliran sesat itu mengakui Sabda Kusuma sebagai rasul. Menurut Ketua MUI Kabupaten Kudus, Muhammad Syafiq Naschan, aliran ini mengubah syahadat kedua “Asyhadu anna Muhammad Rasulullah” menjadi “Asyhadu anna Sabda Kusuma Rasulullah”. Kalimat syahadat buatan mereka itu jelas menunjukkan sesatnya aliran tersebut.

Di Mojokerto aliran sesat berasal dari Perguruan Ilmu Kalam Santriloka. Aliran yang dipimpin Ahmad Nafan itu menganggap Syaikh Siti Jenar dan Syaikh Maulana Malik Ibrahim sebagai nabi berikutnya setelah Nabi Muhammad saw. Selain itu, aliran yang memiliki 700 pengikut ini juga tidak mewajibkan jemaahnya untuk berpuasa Ramadhan dan menggantinya dengan puasa pada 1-9 Muharram. Pengingkaran kewajiban puasa Ramadhan, apalagi menggantinya di bulan lain, dapat mengantarkan pelakunya kepada kekufuran.

Aliran sesat juga menghebohkan Blitar. Di kecamatan Srengat muncul aliran Padange Ati (PA). Berdasarkan data yang dihimpun MUI setempat, sekte ini sudah berani meninggalkan syariat Islam. Bahkan aliran yang beranggotakan 25 orang ini menilai dogma shalat 5 waktu sebagai tata cara pemeluk agama yang masih dangkal keilmuanya. Aliran sesat juga muncul di kecamatan Talun, Aliran Masuk Surga (AMS). Aliran yang dipimpin Suliyani mewajibkan pengikutnya membayar biaya sebesar Rp 3 juta hingga Rp 7 juta. Bila biaya yang dibayarkan hanya Rp 3 juta, dijamin bebas siksa kubur. Jika membayar Rp 5 juta, maka masuk surga setelah sebelumnya disiksa di neraka. Dan jika mau membayar Rp 7 juta, maka dijamin akan langsung masuk surga tanpa ada halangan.

Berkembangnya kelompok Tarekat Naqasabandi Haqqani asal Amerika menambah deretan aliran sesat di Indoensia. Dalam rangka Safari Maulid, pada 26 Mei-2 Juni 2009 pemimpin tarekat ini, Muhammad Hisham Kabbani keliling Jakarta, Pekalongan, Semarang dan Sukabumi. Puncak acara dilaksanakan di Masjid Istiqlal pada 30 Mei 2009 dengan dihadiri 75.000 orang termasuk Presiden SBY. Ini merupakan kunjungannya yang ke-18 ke Indonesia sejak 1997 lalu.

Tak banyak orang menyangka jika kelompok ini mengajarkan banyak ide sesat. Pasalnya, kelompok ini juga menyematkan nama Naqsabandi di samping nama Haqqani. Kesesatan kelompok ini terkuak setelah KH Amin Jamaludin (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) mengkaji buku-buku yang disebarkan Yayasan Haqqani Indonesia. Dalam Buku Rahasia Tiga Cahaya – Rahasia di Balik Bilangan, Hisyam Kabbani menulis, “Maulana berkata, jika Allah mengutuk orang-orang kafir, Dia tidak akan menjadi Tuhan.” Dalam Buku Tiga Karakter Awliya’, dijelaskan bahwa para nabi dan wali memiliki tiga sifat dari tiga hewan: keledai, anjing dan babi. Dalam buku Ahl al-Haq koleksi 1, Edisi koleksi (Maret-Juni 2005) yang diterbitkan Yayasan Haqqani Indonesia disebutkan bahwa shalat 5 waktu bisa diganti dengan takbir, sujud, dan membaca bacaan yang diajarkan Hisyam Kabbani. Sementara dalam dalam Buku “Mata Rantai EmasThariqat” disebutkan, “Tidak ada perbedaan Muslim, Kisten, Yahudi, Budha mupun Hindu. Mereka semua adalah hamba di hadapan Allah SWT. Dan Rasulullah saw melihat mereka sebagai seorang manusia dan membawanya bersamanya.” Berdasarkan fakta-fakta itu, tidak aneh jika dikatakan KH Amin Djamaluddin kelompok ini telah melakukan penghinaan terhadap Allah SWT, Rasulullah saw, dan agama Islam.

Maraknya aliran sesat ini jelas amat memprihatinkan. Lebih-lebih, aliran sesat yang terungkap itu sesungguhnya hanya sebagian kecil. Berdasarkan data yang dihimpun Alumi di Indonesia setidaknya sejak tahun 1980-2006 saja ada 250 aliran sesat yang berkedok agama Islam muncul ke permukaan.

Maraknya aliran sesat itu menunjukkan rendahnya pemahaman umat Islam terhadap agamanya. Akibatnya, berbagai paham dan aliran yang sudah jelas-jelas sesat masih mendapatkan pengikut. Kondisi ini diperparah oleh sikap abai negara terhadap akidah warganya. Negara bukan hanya tidak melakukan edukasi terhadap warganya dengan akidah yang benar, namun juga membiarkan para pelaku kesesatan menyebarkan ajarannya ke tengah masyarakat. Sikap tersebut berpangkal pada paham Sekularisme yang dianut negara ini. Keyakinan agama dianggap sebagai masalah pribadi yang tidak boleh dicampuri negara. Kendati telah jelas-jelas mengajarkan kesesatan, negara tidak bertindak tegas. Memang suatu saat pelakunya ditangkap atau diadili. Namun itu disebabkan karena dianggap telah meresahkan warga. Bukan karena kesesatan ajaran yang disebarkannya. Karena itu, jika tidak ada pengaduan atau sorotan media massa, aliran sesat bebas berkeliaran.

Kondisi itu tentu tidak akan terjadi, jika syariah diterapkan. Negara tidak boleh mengizinkan paham dan aliran sesat berkembang. Bahkan, sebelum membesar, seseorang yang sudah terbukti murtad harus dijatuhkan hukuman tegas, yakni hukuman mati. Tentu saja negara tidak hanya berdiri di ujung, namun sejak awal membina dan mendidik warganya dengan dengan akidah yang benar. Sehingga, masing-masing warga telah memimiliki perisai untuk menjaga diri serangan aqidah sesat.

4. BOM MARRIOT II: Isu Terorisme Kembali Marak

Lama isu terorisme tenggelam, tapi di pertengahan tahun 2009, tepatnya 17 Juli 2009 seolah menjadi titik bangkit kembali isu itu dengan meledaknya bom di dua hotel mewah Marriot dan Ritz Carlton. Proyek global “war on terrorism” yang dikomandoi AS seolah menemukan momentumnya kembali.

Lihat saja, begitu bom meledak, tuduhan segera dialamatkan kepada apa yang disebut Wahabi Radikal, bahkan perjuangan penegakan Syariah dan Khilafah. Pihak yang sejak awal ingin mempunyai kewenangan lebih, segera saja menunggangi isu ini untuk mewujudkan ambisinya. Mereka mengusulkan dibukanya kembali RUU Intelijen, RUU Keamanan Negara, dan sejenisnya.

Sejak awal, ketika isu terorisme ini muncul pertama kali di tahun 2002, Hizbut Tahrir Indonesia sudah mengingatkan bahwa ada skenario asing di balik isu terorisme ini. AS, Inggris, dan negara-negara sekutunya menggunakan isu terorisme ini untuk mempertahankan penjajahan mereka terhadap Indonesia, dan negeri-negeri Muslim. Merekalah yang sesungguhnya menjadi otak berbagai kerusuhan yang terjadi di negeri-negeri kaum Muslim, melalui operasi intelijennya yang begitu canggih. Saking canggihnya, sampai intelijen negara pun tidak bisa mengendusnya.

Dalam kasus bom kembar Ritz Carlton dan JW Marriot (17/07/2009), kesimpulan serupa juga disampaikan mantan Dansatgas BAIS TNI, Mayjen (Purn) Abdul Salam (Majalah Intelijen, No. 9/VI/2009). Operasi seperti ini hanya bisa dilakukan oleh orang-orang yang ahli, baik dari dalam maupun luar negeri. Benar, bahwa ada orang Indonesia yang menjadi pelaku, tetapi benarkah mereka berdiri sendiri? Pertama, boleh jadi mereka melakukan sendiri dan untuk kepentingan sendiri, tetapi kemudian ditunggangi. Kedua, boleh jadi mereka diprovokasi dan diperalat untuk kepentingan orang lain. Ketiga, boleh jadi mereka tidak tahu, kemudian dimanfaatkan.

Sebagai tindakan kriminal (jarimah), aksi pengeboman ini harus ditindak secara hukum, siapapun pelakunya. Bukan hanya eksekutornya, tetapi juga otak dan aktor intelektual yang ada di belakangnya, baik pribadi, kelompok, maupun negara. Karena hanya dengan itulah, keadilan bisa diwujudkan. Adil bagi korban, pelaku dan juga masyarakat. Tapi penanganannya harus dilakukan secara proporsional dan harus tetap dijaga agar tetap dalam konteksnya. Tidak boleh dibawa ke mana-mana. Karena selain tidak akan menyelesaikan masalah, cara-cara seperti ini hanya akan menimbulkan disintegrasi dan konflik horisontal yang meluas di tengah masyarakat. Masyarakat yang semula hidup rukun, tenteram, dan adem ayem, tiba-tiba saling curiga. Kalau ini terjadi, bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tetapi juga negara.

Jadi sangat sumir, jika aksi terorisme dilekatkan dengan Islam. Jika pun benar ada, tentu patut dipertanyakan. Pertama, boleh jadi, dia memang anti Islam dan dendam terhadap umat Islam, lalu sengaja menggunakan isu terorisme ini untuk menyerang Islam. Kedua, boleh jadi, dia bodoh dan tidak mengerti tentang Islam dan metode perjuangannya, sehingga dengan mudah tertipu dengan slogan dan propaganda yang menyesatkan.

Sejak awal, Hizbut Tahrir menyatakan dengan tegas, bahwa Perang Melawan Terorisme yang sesungguhnya adalah perang melawan Islam. Perang ini juga bukan untuk kepentingan Islam dan umatnya, tetapi untuk kepentingan negara-negara penjajah. Islam dianggap sebagai ancaman potensial setelah runtuhnya Sosialisme dan Komunisme. Karena itu, ada dua skenario yang mereka lakukan.

Pertama, mereka tidak akan menyerang langsung Islam, tetapi dengan menyamarkan serangan terhadap Islam itu dengan Perang Melawan Terorisme, Radikalisme atau Fundamentalisme, atau ungkapan-ungkapan kamuflase yang lainnya. Sebab, kalau mereka menyatakan secara terbuka perang melawan Islam, pasti mereka tidak akan menang.

Kedua, mereka juga tidak akan melakukan peperangan secara langsung dengan umat Islam, terutama setelah mereka membuktikan sendiri bahwa umat Islam tidak akan bisa dikalahkan, baik di Irak, Afganistan maupun Pakistan. Karena itu, mereka lantas meminjam tangan-tangan orang Islam untuk berperang melawan orang Islam. Mereka membentuk pemerintah boneka di Irak, Afganistan dan Pakistan atau negeri-negeri kaum Muslim yang lain, yang menjadi kepanjangan tangan (antek) mereka untuk memerangi orang-orang Islam yang dianggap mengancam kepentingan mereka, dengan dalih Perang Melawan Terorisme dan sebagainya.

Melalui dua skenario tersebut mereka melakukan pemetaan, atau tepatnya politik belah bambu: yang satu diinjak, yang satu diangkat. Apa yang sekarang dijadikan musuh, yaitu Radikalisme dan Fundamentalisme mereka injak, sementara Liberalisme, Inklusifisme atau Moderat diangkat dan dipromosikan.

Selain itu, upaya deradikalisasi ideologi radikal juga dilakukan, antara lain dengan: (1) Pemberdayaan tokoh-tokoh moderat agama untuk menyebarluaskan ajaran moderat; (2) Interfaith dialogue (dialog antariman); (3) Menyebarluaskan buku-buku ajaran agama moderat; (4) Kurikulum lembaga-lembaga pendidikan keagamaan yang moderat; (5) Program rehabilitasi para teroris pada masa penahanan, menjalani hukuman di LP dan setelah menjalani hukuman; (6) Kemitraan dengan lembaga-lembaga kultural/budaya untuk menyosialisasikan bahaya terorisme serta menetralisasi radikalisme dan budaya kekerasan (Disarikan dari bahan Lokakarya Sespim 27/10/09: Kebijakan Penanggulangan Terorisme di Indonesia, oleh Ketua Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme (DKPT) Irjen (Purn) Pol. Drs. AnsyaadMbai).

5. MAFIA PERADILAN: Bukti Nyata Kebobrokan Sistem Hukum dan Peradilan Sekuler

Wajah bopeng peradilan Indonesia terkuak berawal dari pemutaran rekaman pembicaraan Anggodo dengan sejumlah oknum kepolisian dan kejaksaan yang diperdengarkan di hadapan sidan MK selama kurang lebih 4,5 jam pada tanggal 3 November 2009. Ibarat gunung es, rekaman pembicaraan tersebut hanyalah menunjukkan bagian kecil dari apa yang sesungguhnya terjadi: adanya mafia hukum/peradilan.

Pemutaran rekaman telepon hasil penyadapan KPK yang ditonton oleh masyarakat luas itu kemudian menjadi pendorong kuat untuk menggugat seluruh instrumen penegak hukum dan sistem peradilan yang ada. Gugatan tersebut didengungkan, baik di dunia nyata (melalui demonstrasi hingga unjuk seni parodi) maupun di dunia maya/internet. Kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum berada di titik nadir. Menurut jajak pendapat Kompas, 89,8% masyarakat percaya bahwa keputusan hukum di Indonesia bisa dibeli dengan uang (Kompas, 9/11/09). Singkatnya, masyarakat seperti terbuka matanya dan mulai menyadari betapa suap-menyuap dan korupsi telah berurat akar dan menjadi lazim di negeri ini, khususnya di dunia peradilan.

Kasus Anggodo menjadi bukti nyata, betapa amburadulnya sistem hukum dan peradilan sekular di Indonesia; baik menyangkut aparat penegak hukum, lembaga-lembaga hukum yang ada maupun undang-undang dan peraturan yang dijadikan acuannya. Undang-undang yang ada gagal mengatasi seluruh kasus hukum di masyarakat yang membutuhkan keadilan.

Di tengah situasi seperti itu, terkuak skandal Bank Century. Rakyat yang belum merasakan keadilan tegak di negeri ini, justru melihat betapa “politik kekuasaan” menjadi penentu tegak tidaknya sebuah hukum. Hukum dan keadilan di hadapan para “penguasa” yang korup seperti benang basah yang sangat sulit ditegakkan. Sementara bila terhadap rakyat kecil, hukum itu menjadi begitu perkasa. Berikut daftar rakyat kecil yang menjadi korban pudarnya rasa keadilan di depan hukum formal (Okezone,4/12):

1.         Seorang buruh pabrik bernama Hamdani divonis hukuman kurungan 2 bulan 24 hari oleh Pengadilan Negeri Tangerang pada Oktober 2002, atas tuduhan mencuri sandal jepit milik perusahaan tempatnya bekerja. Padahal sejatinya Hamdani hanya meminjam sandal hasil produksi perusahaan untuk mengambil air wudhu. Praktek serupa pun dijalankan para koleganya. Hanya saja Hamdani bernasib sial.

2.         Nenek Yaminah ditahan karena dituduh mencubit paha pembantu. Nenek berusia 57 tahun asal Depok ini sempat ditahan polisi karena dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap pembantunya. Penganiayaan yang dimaksud adalah mencubit paha. Kasus ini terjadi pada Mei 2009 lalu.

3.         10 anak yang berprofesi sebagai tukang semir sepatu di Bandara Soekarno-Hatta ditangkap polisi pada Mei 2009, karena dituduh melakukan praktik perjudian. Usia anak-anak ini antara 11-14 tahun. Setelah sempat ditahan, mereka pun menjalani proses persidangan di PN Tangerang, dan diputus bersalah melakukan perjudian.

4.         Mencuri dua ekor bebek divonis 7 bulan. Tabriji, warga Serang, pada November 2009, divonis hukuman 7 bulan penjara karena terbukti mencuri dua ekor bebek milik tetangganya.

5.         Empat warga Batang, Jawa Tengah, pada November 2009, ditahan di Rutan Rowobelong karena mencuri 14 kilogram kapuk.

6.         Nge-charge ponsel, penghuni apartemen ITC Roxy Mas dibui. Pada 8 September 2009 lalu, Aguswandi ditangkap petugas Polsek Metro Gambir karena tertangkap tangan tengah mencabut charger handphone miliknya dari sebuah stop kontak yang terpasang di lantai 7 apartemen ITC Roxy Mas. Penangkapan Aguswandi dilakukan atas laporan dari seorang saksi mata bernama Uung Hartanto yang merupakan manager PT Jakarta Sinar Intertrade (pengelola apartemen ITC Roxy Mas). Aguswandi dituduh melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (1) butir 3 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Mulai 9 September, Agus resmi ditahan di Polsek Metro Gambir selama 20 hari hingga tanggal 29 September. Menjelang masa penahanan habis, pihak pelapor meminta agar penahanan Aguswandi diperpanjang hingga 7 November. Tak terima dengan proses penangkapan, penahanan, dan perpanjangan penahanan itu, pihak Aguswandi mengajukan permohonan sidang praperadilan. Gugatan Aguswandi pun ditolak dan dia harus terus menjalani proses hukum.

7.         Ambil tiga buah kakao, nenek Minah divonis 1,5 bulan penjara.

8.         Mencuri sebutir semangka, Basar Suyanto dan Kholil ditahan di LP Kediri, dan terancam hukuman 5 tahun penjara. Hanya karena mengambil sebutir semangka di sebuah ladang di Kelurahan Ngampel, Mojoroto, Kediri, pada Idul Fitri lalu, Basar dan Kholil harus berurusan dengan hukum. Keduanya sudah mengupayakan penyelesaian kasus secara kekeluargaan, namun upaya itu dimentahkan dan kasus berlanjut hingga pengadilan.

Deretan kasus-kasus di atas, dari aspek hukum pidana memang sudah memenuhi semua unsur-unsurnya. Hanya saja ada rasa keadilan yang terusik, karena antara pelanggaran yang dilakukan dengan sanksi yang diberikan tidaklah setara. Coba bandingkan dengan sejumlah kasus korupsi para pejabat yang “mencuri” uang negara hingga bermiliar-miliar namun hukuman yang dijatuhkan tak sebanding. Inikah yang disebut adil di mata hukum?

6. KORUPSI DAN SKANDAL BANK CENTURY

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa Indonesia termasuk negara paling korup di dunia. Hasil riset yang dilakukan oleh berbagai lembaga juga menunjukkan bahwa tingkat korupsi di negeri yang penduduknya mayoritas muslim ini termasuk yang paling tinggi di dunia. Bahkan koran Singapura, The Strait Time, sekali waktu pernah menjuluki Indonesia sebagai “the envelope country” karena segala hal bisa dibeli; entah itu lisensi, tender, wartawan, hakim, jaksa, polisi, petugas pajak atau yang lain dengan amplop. Global Corruption Report melansir sekitar US$ 40 miliar (sekitar Rp 400 triliun) digunakan dunia usaha untuk menyuap pejabat setiap tahun. Pemberian suap itu bertujuan untuk memudahkan bisnis dan bahkan ada yang bermotif politik: mempertahankan pemerintahan yang korup! Suap sepertinya sudah menjadi “tradisi” dalam berbagai macam urusan apapun di negeri ini.

Mantan Ketua Bappenas Kwik Kian Gie menyebut lebih dari Rp 300 triliun dana-baik dari penggelapan pajak, kebocoran APBN maupun penggelapan hasil sumberdaya alam-menguap masuk ke kantong para koruptor. Selain itu, korupsi yang biasanya diiringi dengan kolusi juga membuat keputusan yang diambil oleh pejabat negara sering merugikan rakyat. Heboh privatisasi sejumlah BUMN, lahirnya perundang-undangan aneh (semacam UU Energi, UU SDA, UU Migas, UU Kelistrikan), adanya impor gula, beras dan sebagainya dituding banyak pihak sebagai kebijakan yang sangat kolutif karena di belakangnya ada praktik korupsi.

Kasus korupsi yang ditangani KPK sejak Januari 2008-Agustus 2009 didominasi oleh modus suap. Menurut data ICW (Indonesia Coruption Watch), dari 95 kasus, ada 34 kasus (35,79 %) modusnya suap; menyusul mark up 19 kasus (20 %), penggelapan atau pungutan 18 kasus (18,95 %), penyalahgunaan anggaran 15 kasus (15,79 %), penunjukan langsung 8 kasus (8,42 %), dan 1 kasus pemerasan. Adapun dilihat dari latar belakangan profesi, tersangka korupsi yang paling dominan adalah swasta. Dari 95 tersangka: 19 di antaranya adalah swasta; disusul anggota DPR/DPRD 18 orang, pejabat eselon dan pimpro 17 orang; duta besar, pejabat konsulat dan imigrasi ada 13 orang; kepala daerah (gubernur, bupati, wali kota) 12 orang; dewan gubernur/pejabat Bank Indonesia 7 orang; pejabat BUMN 5 orang; komisi negara 2 negara; aparat hukum dan BPK masing-masing 1 orang. Mereka tersangkut kasus kejahatan, baik karena korupsi yang merugikan keuangan negara, terlibat suap, menerima gratifikasi (hadiah) atau melakukan penggelapan, pemerasan, dan perbuatan curang lainnya.

Skandal Bank Century

Kasus korupsi yang paling menghebohkan di tahun 2009 tentu saja adalah skandal Bank Century. Andai saja pengucuran dana talangan (bail-out) Bank Century sebesar Rp 6,7 Triliun itu adalah keputusan yang benar, yang didasarkan pada pertimbangan yang benar, serta dilakukan untuk tujuan yang benar, mestinya tidak perlu terjadi kehebohan seperti yang sekarang ini tengah berlangsung. Fakta bahwa saat ini di DPR tengah menggelinding tuntutan adanya Pansus untuk menyelidiki skandal Bank Century disertai demo dan pernyataan para tokoh di mana-mana dengan tuntutan serupa bahkan tuntutan mundur kepada Wapres Budiono dan Menkeu Sri Mulyani, pasti menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dari keputusan pemberian dana talangan tersebut. Sebelumnya, bahkan Jusuf Kalla, saat masih menjabat sebagai Wapres telah mengatakan, bahwa ini merupakan perampokan uang negara.

Uang sebanyak Rp 6,7 Triliun tentu jumlah yang sangat besar. Bila terdiri dari pecahan Rp. 1000,- lalu dirangkai, panjangnya akan mencapai 1.018.400 Kilometer, atau lebih dari 25 kali keliling bumi. Untuk mengangkutnya diperlukan sekitar 213 mobil kontainer yang kapasitasnya 30 ton. Uang ini dapat dibelanjakan untuk mendirikan 6700 sekolah yang cukup bagus atau menggaji 200.000 guru selama setahun dengan gaji Rp 2,8 juta setiap bulan.

Ketidakberesan penanganan Bank Century sesungguhnya sudah berlangsung sejak awal proses merger. Menurut ahli hukum perbankan dan pasar modal, Sutito, SH. MH., memang sejak awal, yakni dimulai pada bulan Desember tahun 2004, Bank Indonesia (BI) terlalu memberikan berbagai kemudahan dan kelonggaran kepada Bank CIC, Bank Pikko dan Bank Danpac untuk melakukan merger. Bank Century ini ibarat layang-layang yang dibuat dari dua kerangka yang sudah keropos kemudian dijahit dengan benang, yaitu Bank Danpac. Belakangan memang terbukti, dari hasil audit sementara BPK, ternyata merger ini diduga semata-mata adalah untuk menghindari penutupan Bank CIC dan Bank Pikko.

Kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Bank Indonesia tersebut antara lain berupa: (1) Asset dalam bentuk Surat-Surat Berharga yang semula dinyatakan macet oleh BI, kemudian dianggap lancar untuk memenuhi performa Capital Adequacy Ratio (CAR); (2) Pemegang Saham Pengendali (PSP) yang dinyatakan tidak lulus fit and proper test tetap dipertahankan; (3) Pengurus Bank yaitu Komisaris dan Direksi bank ditunjuk tanpa melalui fit and proper test dan (4) Laporan Keuangan Bank Pikko dan Bank CIC yang dijadikan dasar merger diberikan opini disclaimer oleh kantor akuntan publik, padahal jelas bahwa kedua bank ini bermasalah dari segi permodalan dan cash flow.

Sejak dilakukan merger, ternyata Bank Indonesia tidak pernah bersikap tegas kepada bank hasil merger ini, padahal bank ini berkali-kali mengalami posisi CAR negatif, melakukan pelanggaran BMPK dan pelanggaran Posisi Devisa Neto. Buruknya performa dan kinerja Bank Century tersebut dimulai sejak dua bulan setelah merger atau sekitar bulan Februari 2005. Akan tetapi BI terus saja membiarkan keadaan tersebut dan tidak mengambil tindakan apapun terhadap kondisi tersebut.

Rekayasa lainnya terjadi pada bulan November 2008, dengan cara BI mengubah Peraturan Bank Indonesia (PBI) mengenai syarat pemberian Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dari semula CAR minimal 8% menjadi CAR positif. Hal ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi permintaan dari Bank Century yang mengajukan permohonan FPJP, sementara CAR Bank Century hanya dalam posisi positif 2,35% per September 2008. Padahal saat PBI diubah dan FPJP untuk Bank Century dicairkan, posisi CAR Bank Century sudah dalam keadaan negatif 3,53%. Hal ini berarti bahwa Bank Century seharusnya TIDAK layak untuk mendapatkan FPJP, akan tetapi Budiono, Gubernur BI pada saat itu terus saja memberikan FPJP.

Pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, melihat bahwa penetapan Bank Century sebagai Bank gagal berdampak sistemik oleh BI, semata-mata hanya didasarkan pada analisis yang bersifat psikologi pasar dan mengesampingkan analisi kuantitatif terhadap kondisi Bank Century. Sebab secara kuantitatif ternyata Bank Century semestinya langsung saja ditutup dan tidak berhak mendapatkan bail-out.

Ada peristiwa penting yang terjadi menyangkut mekanisme penetapan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik. Yakni rapat konsultasi Komite Stabilitas Sektor Keuangan (KSSK) pertama yang dimulai pukul 23.00 WIB tanggal 20 November 2008 hingga pukul 04.00 WIB tanggal 21 November 2008. Peserta rapat menyatakan TIDAK SETUJU dengan analisis BI bahwa Bank Century adalah Bank Gagal Berdampak Sistemik.

Baru setelah rapat dilanjutkan pada tanggal 21 November 2008 pukul 04.25 WIB hingga pukul 06.00 WIB, yang dihadiri hanya oleh MENTERI KEUANGAN selaku ketua KSSK dan GUBERNUR BI selaku anggota, serta Sekretaris KSSK, rapat menyatakan bahwa Bank Century dalam status Bank Gagal Berdampak Sistemik. Hal ini berarti bahwa peranan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Indonesia pada waktu itu sangat vital, dimana dalam rapat sebelumnya yang berlangsung semalam suntuk, diubah begitu saja hanya dalam waktu 1,5 jam. Bisa dilihat betapa bagi kedua pejabat ini, Bank Century memiliki arti penting, sehingga mereka rela datang ke rapat pada waktu dini hari menjelang subuh.

Sebagai konsekwensi ditetapkan Bank Century menjadi Bank Gagal Berdampak Sistemik, maka diberikanlah kucuran dana untuk menstabilkan kondisi CAR Bank Century dari negatif 3,53% agar menjadi posistif 8%. Berdasarkan perhitungan, dana untuk menaikkan CAR tersebut agar positif 8% adalah hanya sebesar Rp 632 miliar. Akan tetapi dalam kenyataannya, dana yang dicairkan untuk “penyelamatan” Bank Century tersebut adalah sebesar Rp 6,76 triliun. Pertanyaan penting yang harus dijawab adalah, ke mana dana-dana tersebut digunakan, kepada siapa dana-dana tersebut dialirkan dan untuk keperluan apa dana-dana tersebut digunakan? Sementara ribuan nasabah kecil dari Bank Century ini terus melakukan protes karena uang mereka tidak kunjung kembali. Jadi kemana uang yang Rp 6,7 triliun itu?

Selama dalam masa pengawasan khusus sejak 6 November 2008, berdasarkan Peraturan BI No.6/9/PBI/2004, sebagaimana yang diubah dengan PBI No.7/38/PBI/2005, Bank Century dilarang untuk mencairkan penarikan dana dari rekening simpanan milik pihak terkait. Akan tetapi Bank Century dan BI serta LPS membiarkan saja penarikan yang dilakukan oleh beberapa pihak dalam jumlah besar, di antaranya juga dibekingi oleh petinggi kepolisian melalui surat kepada Bank Century.

Pengucuran dana talangan yang begitu besar jumlahnya kepada Bank Century yang dilakukan melalui mekanisme yang tidak wajar jelas merupakan sebuah kejahatan negara (state crime) yang dilakukan oleh pejabat negara demi keuntungan sekumpulan orang termasuk untuk kepentingan politik tertentu. Berbagai pelanggaran hukum dan upaya sistematis untuk menempatkan Bank Century sebagai Bank Gagal Berdampak Sistemik tersebut, secara sengaja dilakukan agar dapat menjadikan Bank Century ini sebagai pintu masuk dalam rangka merampok uang negara, melalui mekanisme bail-out. Inilah state corruption, satu jenis korupsi paling jahat karena korupsi ini justru dilakukan sendiri oleh (pejabat) negara. Kejahatan semacam ini jelas tidak boleh dibiarkan. Harus diusut tuntas, dan pelakunya harus dihukum setimpal.

Dari segi paradigma ekonomi, pemberian bail-out kepada sektor swasta ini merupakan resep standar ala Washington Consensus, yang menjadi rumus standar bagi IMF dalam menyelesaikan permasalahan modal swasta, yaitu negara yang harus menanggung beban pembiayaan dan permodalan bagi sektor swasta yang bangkrut. Tentu saja pembiayaan ini pada akhirnya dibebankan kepada rakyat melalui pembayaran pajak. Inilah yang menyebabkan sistem ekonomi Kapitalisme terus dipertahankan oleh para pemilik modal dan penguasa, karena sangat menguntungkan mereka agar dapat terus hidup mewah melalui uang hasil “rampokan” perbankan yang sekarat.

Maka, skandal Bank Century adalah bukti ke sekian kali dari rapuhnya sistem perbankan nasional yang berbasis ribawi dan birokrat yang berjiwa korup. Karena itu, skandal Bank Century ini seharusnya semakin meneguhkan keyakinan masyarakat akan bobroknya sistem perbankan dan keuangan ribawi khususnya, dan sistem ekonomi kapitalistik pada umumnya. Sebagai gantinya, masyarakat harus menuntut untuk tegaknya sistem ekonomi yang adil, yang bersumber dari Dzat Yang Maha Adil, itulah sistem ekonomi syariah.

Skandal ini juga menjadi momentum pembuktian, bahwa sistem sekuler dan rezim korup yang tengah berkuasa memang tidak bisa dipercaya. Sebagai gantinya, harus tegak sistem Islam dengan penguasa yang amanah, karena hanya dengan cara itu saja Indonesia akan benar-benar bersih dari rezim yang korup tapi juga dari sistem yang korup. Itulah sistem Islam yang diterapkan secara kaffah oleh seorang Khalifah.

7. MUKTAMAR ULAMA NASIONAL (MUN)

Pada saat bangsa Indonesia didera oleh carut marut persoalan ekonomi dan politik, Hizbut Tahrir Indonesia sukses menggelar sebuah perhelatan spektakuler yang menjadi momentum penting bagi perkembangan dakwah penegakkan syariah dan khilafah, tidak hanya di Indonesia saja, namun juga seluruh dunia. Perhelatan itu bertajuk Muktamar Ulama Nasional yang diselenggarakan pada hari Selasa tanggal 21 Juli 2009 di Istora Senayan, Jakarta.

Dikatakan sebagai perhelatan penting karena; Pertama, acara yang dihadiri 7000 orang ulama dan kyai tersebut berjalan dengan lancar, tertib, rapi, dan sukses, meski berada di tengah situasi genting menyusul terjadinya pemboman di Hotel Marriot dan Ritz Carlton, sehingga teropini di kalangan ulama dan tamu luar negeri betapa disiplin, rapi, dan profesionalnya Hizbut Tahrir Indonesia dalam mengelola event-event yang sangat besar. Apalagi Muktamar Ulama Nasional merupakan event yang baru pertama kali diselenggarakan oleh HTI.

Kedua, Muktamar Ulama Nasional juga menjadi ajang peneguhan komitmen dan dukungan para alim ulama dan kyai terhadap apa yang diperjuangkan Hizbut Tahrir dan Hizbut Tahrir sendiri sebagai sebuah kutlah siyasah. Para alim ulama dan kyai yang hadir dalam Muktamar Ulama Nasional benar-benar telah memberikan dukungannya secara real dalam bentuk kesediaan mereka menandatangani mitsaqul ulama, dan komitmen mereka yang sangat kuat untuk terlibat secara aktif dalam memperjuangkan tegaknya syari’ah dan khilafah.

Ketiga, Muktamar Ulama Nasional juga menunjukkan kepada umat Islam, bahwa di tengah-tengah merebaknya budaya politik yang serba pragmatis dan oportunistik, masih cukup banyak ulama dan kyai mukhlish yang masih teguh dalam memegang prinsip-prinsip Islam yang suci dan lurus. Ibarat air hujan di tengah kemarau yang panjang, keberadaan alim ulama mukhlish dalam jumlah yang sangat besar, yang dengan lantang meneriakkan kata-kata yang sama (khilafah dan syariah) benar-benar telah menghapus kekecewaan umat terhadap partai-partai dan ormas-ormas yang ada, sekaligus mengembalikan optimisme di dalam dada bahwa syariah dan Khilafah akan tegak tidak akan lama lagi.

Respon dan dukungan yang begitu besar dari para ulama tersebut setidaknya menandai tiga hal penting. Pertama, meningkatnya kesadaran umat, khususnya para alim ulama, terhadap kewajiban dan urgensitas perjuangan menegakkan syariah dan khilafah yang selama ini lantang disuarakan Hizbut Tahrir. Kedua, umat semakin percaya terhadap kepemimpinan dan kemampuan Hizbut Tahrir dalam membina dan memimpin umat Islam demi tegaknya syariah dan Khilafah. Ketiga, semakin merosotnya kepercayaan umat terhadap partai-partai maupun ormas-ormas yang selama ini menjadi gantungan dan harapan umat dalam membela kepentingan Islam dan kaum Muslim. Alih-alih menegakkan syariah dan Khilafah, partai-partai maupun ormas-ormas Islam yang ada justru sejak awal telah menyatakan dengan jelas bahwa mereka tidak akan mengusung ide syariat Islam. Mereka beralasan bahwa syariah Islam sudah tidak laku lagi. Dalam keadaan semacam ini, wajar saja jika umat Islam semakin tidak percaya terhadap kesungguhan mereka dalam memperjuangkan kepentingan Islam dan kaum Muslimin.

8. TAWARAN SOLUSI BUAT DUNIA DARI AFRIKA

Konferensi Ekonomi Islam Internasional di Sudan

Hizbut Tahrir pada tanggal 7 Muharram 1430 H atau 3 Januari 2009 lalu menyelenggarakan Konferensi Ekonomi Islam Internasional di Sudan. Konferensi ini diadakan untuk merespon terjadinya krisis finansial global yang melanda dunia sejak pertengahan 2008 lalu. Diselenggarakan di sebuah gedung pertemuan, tidak jauh dari pusat kota, bernama International Convention Centre di kawasan Burri, Khourtum, Sudan, konferensi ini menurut panitia diikuti oleh sekitar 6000 orang peserta laki-laki dan perempuan. Selain dari Sudan, tercatat hadir peserta dari sejumlah negara di dunia, yakni Australia, Malaysia, Pakistan, Bangladesh, Inggris, Belanda, Turki, Kanada, Amerika Serikat, Palestina, Libanon, Arab Saudi dan tentu dari Indonesia.

Konferensi ini membahas 5 topik utama, yaitu Kapitalisme mengandung bibit kegagalan dan melahirkan Krisis; Munculnya krisis ekonomi, sebab dan akibat; Pengaruh krisis terhadap sejumlah wilayah di seluruh dunia; Gagalnya solusi krisis keuangan global yang berlangsung saat ini; dan Sistem ekonomi Islam dalam negara Khilafahlah satu-satunya yang mampu mewujudkan kehidupan ekonomi yang adil dan bebas krisis

Dalam sesi pembahasan, konferensi ini dengan sangat jelas dan tegas melalui pembicara di Sesi 1 dan 2, yakni Abdullah Abdurrahman (Sudan), Abul Izz Abdussalam (Palestina), mengungkap kebobrokan dan kesalahan kapitalisme, baik dari aspek ideologis maupun sistemnya. Juga kegagalan Kapitalisme dalam menyelesaikan problem utama ekonomi, yakni persoalan distribusi. Serta kekacauan ekonomi dunia akibat dihentikannya penggunaan sistem emas dan perak dalam transaksi keuangan, sementara transaksi keuangan yang ada sekarang justru berkembang semakin liar akibat sistem ribawi, judi dan spekulasi yang dipraktekkan dalam perbankan, bursa berjangka dan pasar saham dan pasar uang dengan segala dampaknya di berbagai wilayah dunia, khususnya di negeri-negeri muslim seperti di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, Bangladesh dan kawasan Asia Selatan, Timur Tengah dan Afrika bagian Utara serta, Turki, Eropa dan Amerika.

Soal dampak krisis global dijelaskan dengan sangat gamblang oleh Revrisond Baswir (Indonesia) dan Mahmud Utsman Imam (Prof. Ekonomi Keuangan dari Univ. Dhakka, Bangladesh), Khaluq Ezdogan (Turki), Abu Ahmad Yusuf (Yaman) dan Idries De Vries (Belanda) serta Jamal Harwood (Kanada). Pada intinya, mereka mengungkap bahwa krisis ini telah menimbulkan dampak yang sangat serius. Selain kemunduran ekonomi yang kemudian mengakibatkan naiknya angka pengangguran dan kemiskinan, juga meningkatkan stress. Idries De Vries (Belanda) menjelaskan bagaimana akibat tingginya angka pengangguran yang kini tengah melanda seluruh negara Eropa menimbulkan tekanan jiwa luar biasa terhadap masyarakat di sana. Tidak tahu harus berbuat apa, orang-orang yang sedang stress itu akhirnya justru lari ke narkoba dan minuman keras. Walhasil, bukan solusi yang didapat tapi makin memperparah keadaan. Kriminalitas meningkat pesat, juga makin maraknya penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan.

Selain meriah, konferensi ini juga berlangsung penuh semangat. Seruan takbir berulang kali berkumandang, diselingi dengan teriakan lantang slogan “la ilaha illallah, al khilafatu wa’dullah” oleh seluruh peserta secara bersama-sama yang dipimpin oleh seorang petugas diikuti dengan kibaran liwa dan rayah kecil yang dibagikan cuma-cuma kepada seluruh peserta. Apalagi setiap peserta yang diberi kesempatan berbicara dan bertanya juga tampil dengan penuh semangat. Intinya mereka setuju bahwa inti masalah adalah sekularisme dan kapitalisme serta solusinya adalah sistem ekonomi Islam dan khilafah. Masalah agresi Israel ke jalur Gaza juga berulang-ulang disinggung.

Selanjutnya, konferensi melalui materi yang disampaikan oleh Abid Musthafa (Pakistan) dan Abu Khalil Ibrahim Utsman (Jubir HT Sudan) dalam Sesi 3 memberikan penjelasan mengenai penyelesaian yang mendasar dan tuntas dari krisis ekonomi dalam bingkai Negara Khilafah yang berdasar syariah, yaitu melalui sistem ekonomi Islam. Dijelaskan bahwa sistem ekonomi Islam yang berdasar syariah itu diyakini akan mampu menghasilkan kestabilan dan keadilan ekonomi melalui pengaturan yang jelas mengenai ekonomi, di antaranya pengharaman menimbun harta, menjual sekuritas hutang, dan mengharamkan riba, bursa saham dan bursa komoditas berjangka; menetapkan dengan jelas jenis kepemilikan dalam Islam, baik itu kepemilikan perorangan, umum dan milik negara. Serta peran pegawai negeri juga harus dalam menjamin keadilan pelaksanaan sistem ekonomi Islam.

Esok harinya, pada tanggal 4 Januari di hadapan sejumlah wartawan dalam acara Muktamar Shahafi (Konferensi Pers) di Hotel Rotana, Sudan, panitia menyampaikan hasil-hasil konferensi diikuti dengan tanya jawab wartawan dengan wakil-wakil Hizbut Tahrir dari seluruh dunia yang hadir, yakni dari M. Ismail Yusanto (Jubir HT Indonesia), Muhyidin (Jubir HT Bangladesh), Naser Wahan (Jubir HT Yaman), Khaluq Ezdorgan (Wakil Jubir HT Turki), Taji Mustafa (Media Representative HT Inggris), Bilal (Jubir HT Palestina), Ahmad al Qashash (Jubir HT Libanon), Abu Zain (Jubir HT Belanda) dan tentu Abu Khalil Ibrahim Utsman (Jubir HT Sudan).

9. BARACK OBAMA, President Elect dan Hipokrisi Barat

Terpilihnya Barack Obama pada akhir tahun 2008 seakan memberikan harapan baru dalam konstelasi politik internasional. Karenanya, kehadiran Obama di Mesir pada Kamis, 4 Juni 2009 dianggap sebagai titik baru hubungan Islam dan Barat. Ditemani Menlu AS, Hillary Clinton, Obama berkunjung ke Masjid Sultan Hasan sebelum menyampaikan pidatonya di Universitas Kairo. Pidato Obama memiliki satu tujuan utama: menarik simpati umat Islam dengan berusaha meyakinkan pendengarnya bahwa Amerika tidak sedang berperang melawan Islam, Islam bukanlah sumber masalah, dan Islam merupakan mitra penting bagi Amerika dalam menyelesaikan konflik dengan mempromosikan perdamaian paska 9/11. Obama ingin agar hubungan AS dengan dunia Islam memulai babak baru untuk memutus rantai kecurigaan dan ketidakpercayaan. Obama ingin membangun hubungan baru dengan Dunia Islam berdasar para prinsip mutual respect (saling menghormati).

Menurut Obama, bagaimanapun Islam dan Amerika memiliki kesamaan prinsip, yaitu keadilan dan kemajuan, toleransi dan penghormatan terhadap kemanusiaan. Untuk menekankan pesan-pesannya, Obama pun tidak segan-segan mengutip al-Quran di samping Injil untuk menunjukkan penghargaannya terhadap Islam.

Obama berusaha menunjukkan ada berbagai isu atau sumber ketegangan yang memang harus dihadapi secara bersama-sama, yaitu: Kaum Ekstrimis yang menggunakan kekerasan; Ketegangan di Timur Tengah, Arab, Israel dan komunitas Palestina; Senjata Nuklir Iran; Demokrasi dan nilai universal; Kebebasan Beragama (kekeliruan menggandeng toleransi Islam dengan inquisition); Hak Perempuan; Pembangunan Ekonomi dan Kesempatan (dalam konteks globalisasi, pendidikan, sains dan teknologi, ekonomi, budaya)

Awalnya, beberapa pihak berharap bahwa pidato Obama ini akan membawa perubahan yang mendasar pada kebijakan AS terhadap dunia Islam, dan berbeda dengan Bush. Namun, kebijakan Obama ternyata tidak jauh berbeda dengan presiden AS sebelumnya. Yakni tetap menjadikan penjajahan sebagai metode politik luar negerinya. “Pidato Obama tidak membawa perubahan apa-apa,” demikian tulis Robert Fisk seorang penulis kritis.

Pidato Obama di Mesir dianggap merupakan sebuah tujuan baru dari kebijakan AS terhadap dunia Islam. Meskipun tampak lebih bersikap positif terhadap dunia Islam, akan tetapi kebijakan Amerika di bawah Obama sama kejamnya dengan pemerintah Bush. Berusaha untuk berbeda dengan Bush yang mengumbar kata-kata kebencian, Obama menggunakan istilah Soft power dan penampilan personal yang menarik untuk menutupi tujuan sebenarnya. Karenanya, itu hanyalah sebuah pidato omong kosong. Hal ini bisa ditunjukkan oleh fakta-fakta berikut:

Di Pakistan dan Afghanistan: Pada awal bulan pemerintahannya, pemerintah Obama sukses membuat 3 juta pengungsi dengan mendorong rezim korup Zardari melancarkan perang di Lembat Swat. Bahkan sebelum memerintah, Obama telah mendeklarasikan Pakistan sebagai tempat yang paling berbahaya di dunia dan akan membom Islamabad jika dia harus melakukan itu. Seluruh kebijakannya di wilayah ini didorong oleh keinginan untuk menjamin langkah Amerika di Afghanistan dan Pakistan dan memerangi pejuang perlawanan. Pengiriman 30 ribu pasukan tambahan baru ke Afghanistan secara telanjang membuktikan kebohongan Obama. Inikah yang dimaksud Obama dengan mutual respect?

Di Palestina: Obama sering mengumbar bahwa ia ingin melihat road map (peta jalan) dilaksanakan untuk menjamin berdirinya sebuah Negara Palestina. Retorika Obama memang terkesan positif, karena sepertinya dia menantang politisi Israel yang menentang kebijakan ini. Yang dilupakan dari propaganda road-map ini, apa yang dia sebut dengan Negara Palestina, tidak lebih dari kamp penjara, dimana para penjaganya adalah orang Palestina sendiri, pengganti Israel. Jika para penjaga ini tidak menjaga keamanan Israel berdasarkan keinginan Israel, maka ‘negara’ Palestina akan kembali diserbu.
Ketika terjadi agresi Israel ke Gaza, Obama tidak memberikan reaksi apa-apa. Tak keluar dari mulutnya meski hanya sebuah kata untuk menunjukkan rasa simpati kepada para korban apalagi mengutuk Israel. Bagi Obama seolah-olah di sana tidak terjadi apa-apa. Padahal ada lebih 1300 orang meninggal dunia dalam hitungan hari. Kawasan Gaza juga hancur porak poranda. Obama malah berkata: “Amerika berpegangteguh pada keamanan Israel. Dan kita akan terus mendukung hak Israel untuk mempertahankan diri melawan ancaman yang sah” Inikah yang disebut mutual respect?

Penyiksaan Guantanamo: Obama telah berjanji menutup Penjara Guantanamo. Tapi terbukti hingga saat ini penjara Guantanamo masih belum ditutup. Obama malah menyatakan banyak kendala untuk menutup penjara yang mengerikan ini. Banyak yang berharap penyiksaan pengadilan militer dihentikan. Namun, tahanan Guantanamo tetap dipenjarakan, dipindah ke tempat lain. Dia juga memutuskan melanjutkan pengadilan militer yang kontroversial. Meskipun dia telah membuat banyak retorika bahwa CIA telah dilarang melakukan penyiksaan, Obama memutuskan tidak menuntut siapapun yang telah melakukan penyiksaan dimasa lampau dan tidak terikat dengan aturan bukti-bukti penyiksaan di tempat lain.
Mendukung Rezim Tiran di Dunia Islam: Obama tetap juga mendukung penguasa tiran dan kriminal di negeri-negeri Islam sebagaimana pendahulunya. Dalam wawancara dengan BBC baru-baru ini dia menggambarkan Mubarak – Raja Firaun Mesir yang menyiksa dan mendzolimi penentang-penentangnya- dengan mengatakan: “Mubarak merupakan koalisi pendukung yang kuat bagi Amerika Serikat…. Dia telah menjadi kekuatan untuk menjaga stabilitas dan memberikan kebaikan di kawasan Timur Tengah. Obama juga memuji Mubarak yang konsisten mendukung perdamaian dengan Israel termasuk memblokade rakyat Gaza untuk mendapat bantuan dan dana kemanusiaan.

Umat Islam tidak boleh tertipu dengan kata-kata Obama. Amerika Serikat adalah Negara Kapitalis. Institusi negara ini dirancang untuk menjaga dan mempertahankan kekuatan Amerika di seluruh dunia, meski harus dengan cara mengeksploitasi atau mendzalimi pihak lain. Negara ini juga dirancang untuk menghancurkan pesaing-pesaing Amerika di dunia. Jadi siapapun presiden AS, Bush, Obama atau yang lain, kepentingan fundamental AS dan kebijakannya tidaklah akan berubah.

Alasan sebenarnya kenapa Obama bermanuver seperti itu, seolah ia sungguh-sungguh ingin berbaikan dengan Dunia Islam adalah untuk memperbaiki citra Amerika yang secara ekonomi maupun moral sudah bangkrut. Sistem ekonominya demikian rapuh seperti rumah kartu yang bisa ambruk kapanpun. Meskipun Obama berjanji untuk menciptakan kesejahteraan dan meringankan kemiskinan, namun faktanya AS terus membuat kemiskinan di belahan dunia lain melalui kebijakan ekonomi globalnya yang eksploitatif. Sistem politik, demokrasi, dan HAM yang mereka kampanyekan sebagai ide yang superior adalah dusta. Faktanya, AS dengan mudah membunuh, memenjarakan, dan menyiksa manusia tanpa perikemanusiaan seperti yang tampak di Irak dan Afghanistan.
Apa yang Obama coba lakukan adalah usaha putus asa untuk menghentikan munculnya sistem alternatif di Dunia Islam. CIA memprediksi salah satu skenario dunia pada tahun 2020 adalah kemunculan kembali Khilafah Islam. Negeri Adidaya baru ini bukanlah Negara teror seperti Negara Paman Sam, tetapi Negara yang menghentikan penjajahan dan membawa stabilitas dan keamanan di dunia Islam.

Pelajaran dari Tragedi Gaza

Pembantaian Israel di Gaza telah mengakibatkan kematian atas lebih dari 1300 orang dan melukai 5000 orang lainnya. Di antara yang meninggal dunia, terdapat lebih dari 300 anak-anak. Kehancuran yang diakibatkan oleh 22 hari pengeboman diperkirakan bernilai $ 2 miliar. Pembantaian yang terjadi itu merupakan suatu pengingat yang menyakitkan atas banyak pembantaian lain yang telah terjadi yang dilakukan oleh Israel. Contohnya, Israel telah membunuh lebih dari 20.000 orang Palestina dalam rentang waktu 4 bulan ketika mereka membom Libanon tahun 1982. Sebagai perbandingannya, Israel hanya kehilangan 21.182 penduduknya dalam usaha pendirian Negara Israel selama lebih dari 120 tahun (yakni dari tahun 1882 hingga 2002). Ini baru soal korban meninggal dunia, belum lagi untuk menggambarkan penderitaan yang dialami sehari hari oleh penduduk yang tinggal di bawah pendudukan Israel. Ini terus berlangsung selama lebih dari 60 tahun.

Cara satu-satunya bagi umat Islam untuk memandang Palestina adalah melalui perspektif Islam. Harus ditolak upaya sebagian pihak yang berusaha untuk memberikan bingkai itu sebagai sebuah isu Arab, kemudian sebagai sebuah isu Palestina, dan sekarang hanya sebagai isu Gaza! Nasionalisme adalah ide jahat yang merupakan sumber kehancuran umat.

Menyadari bahwa pembentukan Israel adalah sebuah produk kebijakan Kapitalis jelas merupakan hal penting bagi umat. Dengan pemahaman seperti ini, umat menyadari bahwa tujuan dari seluruh kebijakan semacam ini adalah untuk mencuri sumber-sumber daya negeri muslim, mencegah kesatuan umat dan memastikan bahwa umat tetap berada di bawah dominasi Barat. Sebaliknya, kegagalan untuk melakukan penyadaran itu akan mengakibatkan ketergantungan kepada AS, PBB, Inggris, atau negara Barat lain dalam mencari solusi, padahal sejatinya negara-negara itulah sumber permasalahan sesungguhnya!

Dengan perspektif ini, dengan mudah bisa dipahami mengapa para penguasa Arab sibuk menyerukan dilakukannya KTT dan gagal untuk membantu penduduk Gaza. Sementara AS dan Inggris telah membeli para penguasa itu dan mereka menyadari bahwa para penguasa boneka itu merupakan kunci keberhasilan penerapan kebijakan-kebijakan mereka di wilayah itu.

Isu Palestina adalah sesuatu yang amat dekat dengan hati umat Islam di seluruh dunia. Mereka di manapun rindu untuk melihat wilayah itu dibebaskan dari rezim tiran Israel. Agar keinginan itu bisa terlaksana, umat harus menyingkirkan para penguasa korup, khususnya di wilayah Arab, dan menggantikannya dengan Khilafah. Hanya Khilafahlah yang mampu menggerakkan tentara mujahid dari seluruh dunia yang jumlahnya akan puluhan juta untuk membebaskan kembali Palestina dari cengkraman penjajah.

Larangan Menara Masjid di Swiss Cermin Konflik Peradaban

Lebih 57% rakyat Swiss, lewat referendum hari Minggu (29/11) memilih untuk melarang pembangunan menara-menara masjid. Pemerintah mengatakan pihaknya terpaksa menerima hasil itu, walaupun awalnya menolak gagasan yang diajukan oleh Partai Rakyat Swiss yang berhaluan kanan.

Sekitar 4,5 persen penduduk Swiss beragama Islam. Kebanyakan dari mereka adalah pengungsi dari bekas Yugoslavia. Walaupun ada seratusan masjid dan mushola di Swiss, hanya empat mesjid yang mempunyai menara. Larangan pembangunan menara masjid di Swiss kembali menunjukkan sikap hipokrit nilai-nilai liberal Barat. Di satu sisi mereka bicara tentang kebebasan beragama, bahkan sering menyerang Islam sebagai agama yang tidak toleran, tapi di sisi lain mereka melarang umat Islam membangun menara masjid.

Sebelumnya, Swiss sering dianggap sebagai contoh negara yang beradab, toleran dan pengusung utama demokrasi liberal. Namun sekarang negara itu dengan terang-terangan telah bergabung dengan gelombang sentimen anti-Islam yang semakin menyebar ke seluruh Eropa. Perancis melarang hijab (jilbab), Perdana Menteri Italia Berlusconi menuduh Islam adalah peradaban yang rendah, sementara Menlu Inggris Jack Straw menyerang niqab (sadar), dan seterusnya.

Ini sebuah ironi. Ketika pasukan Barat mempertahankan penjajahan mereka di Afghanistan dan Irak dengan alasan menyebarkan kebebasan, teloransi dan demokrasi, sementara di saat yang sama penyebaran intoleransi, kebencian dan xenophobia semakin meluas di seluruh Eropa, dan mengancam muslim menjadi warga negara kelas dua di sana. Demokrasi liberal Eropa tampaknya semakin sulit untuk menerima ‘orang lain’. Ini bukti, bahwa klaim kebebasan, teloransi dan demokrasi yang mereka sebarkan ke negeri-negeri Islam sesungguhnya hanyalah kedok mereka menjajah wilayah tersebut.

Apa yang terjadi di Barat sekarang bukanlah sekedar pelarangan menara atau jilbab, tapi sebuah bentuk nyata dari pertarungan peradaban (clash of civilization). Hal ini tampak nyata dari alasan-alasan yang dikemukan oleh pihak-pihak yang menolak menara masjid. Yang mereka tolak adalah ajaran Islam yang memang merupakan sebuah ideologi dengan sistem hukum yang didasarkan pada akidah Islam. Pendukung pelarangan menara itu menyebut pembangunan menara akan mencerminkan pertumbuhan sebuah ideologi dan sistem hukum yang tidak sejalan dengan demokrasi Swiss.

Karena itu, Muslim di Barat harus dengan jelas memahami maksud di balik larangan tersebut. Yakni untuk menciptakan iklim ketakutan dan kebencian. Sehingga mereka berharap ini akan menjauhkan umat Islam dari ajaran Islam, karena khawatir dituding ekstrimis dan kemudian diisolasi. Suatu bentuk pemaksaan asimilasi yang memang sedang gencar dilakukan di Barat. Bagaimanapun umat Islam haruslah tetap memegang teguh ajaran Islam dan mengamalkannya meskipun berhadap dengan berbagai ujian.

Tidak perlu khawatir, Islam tidak akan bisa dibendung oleh siapapun apalagi dengan cara-cara kotor. Siapa saja yang bersentuhan dengan pemikiran dan prilaku umat Islam yang berdasarkan syariah Islam akan merasakan keindahan, ketenangan dan kedamaian hati. Sementara di saat yang sama peradaban Kapitalisme Barat telah terbukti menyebabkan krisis kemanusiaan yang dahsyat. Inilah yang akan membuat Islam akan tetap diterima oleh masyarakat Eropa yang memiliki akal yang jernih dan fitrah kemanusiaan yang tulus.

KHATIMAH

Selain hal-hal penting di atas, sepanjang tahun 2009 negeri yang oleh para pujangga dahulu disebut zamrud khatulistiwa juga tetap diwarnai oleh banyak sekali bencana berupa gempa bumi, banjir dan tanah longsong. Bencana tersebut menyisakan sebuah ironi. Yaitu bila diyakini bahwa segala bencana itu disamping karena faktor manusia, yang utama adalah karena qudrah (kekuatan) dan iradah (kehendak) Allah SWT, dan karenanya kita sering diajak berdoa agar terhindar dari segala bencana, tapi mengapa pada saat yang sama kita tidak juga mau tunduk dan taat kepada Allah dalam kehidupan kita. Buktinya hingga kini masih sangat banyak larangan Allah (riba, pornografi, kedzaliman, ketidakadilan, korupsi dan sebagainya) masih juga dilanggar, dan masih sangat banyak kewajiban Allah (penerapan syariah, zakat, uqubat, shalat, haji, dan sebagainya) yang tidak dilaksanakan. Pertanyaannya, perlukah ada bencana yang lebih besar lagi untuk menyadarkan kita agar segera tunduk dan taat kepada Allah, bukan sekedar mengakui kekuasaan dan kekuatanNya dalam setiap bencana?

Berkenaan dengan kenyataan di atas, Hizbut Tahrir Indonesia menyatakan:

1.      Menilik berbagai persoalan yang timbul di sepanjang tahun 2009 dapat disimpulkan ada dua faktor utama di belakangnya, yakni sistem dan manusia termasuk kepemimpinan. Kemiskinan, kriminalitas dan problema sosial lain, intervensi asing, ketidakadilan, Islamo-phobia dan berbagai bentuk kedzaliman sepenuhnya terjadi akibat pemimpin yang tidak amanah dan sistem yang korup, yakni sistem Kapitalisme dan Sekularisme, ditambah lemahnya moralitas individu serta perpecahan umat. Karena itu, bila kita ingin sungguh-sungguh lepas dari berbagai persoalan di atas, maka kita harus memilih sistem yang baik dan pemimpin yang amanah. Sistem yang baik hanya mungkin datang dari Dzat yang Maha Baik, itulah syariat Islam, dan pemimpin yang amanah adalah yang mau tunduk pada sistem yang baik itu.

2.      Di sinilah sesungguhnya esensi dari seruan Selamatkan Indonesia dengan Syariah. Karena hanya dengan sistem yang berdasarkan syariah, dan dipimpin oleh orang amanah saja Indonesia benar-benar bisa menjadi lebih baik. Dengan sistem ini pula terdapat nilai keimanan dan takwa dalam setiap aktivitas sehari-hari yang akan membentengi tiap orang agar bekerja ikhlas dan penuh amanah. Dengan syariah, problem kemiskinan, intervensi asing, ketidakadilan, kedzaliman dan berbagai persoalan masyarakat bisa diatasi dengan sebaik-baiknya sedemikian sehingga kerahmatan Islam bagi seluruh alam bisa diujudkan secara nyata.

3.      Karena itu, diserukan kepada seluruh umat Islam, khususnya mereka yang memiliki kekuatan dan pengaruh seperti pejabat pemerintah, para perwira militer dan kepolisian, pimpinan orpol dan ormas, anggota parlemen, para jurnalis dan tokoh umat untuk berusaha dengan sungguh-sungguh memperjuangkan tegaknya syariah di negeri ini. Hanya dengan syariah saja kita yakin bisa menyongsong tahun mendatang dengan lebih baik. Lain tidak.

4.      Sementara untuk mewujudkan kesatuan umat di seluruh dunia dan penerapan syariah secara kaffah mutlak diperlukan Khilafah. Dengan kesatuan itu, umat akan menjadi kuat dan dengan kekuatan itu segala penjajahan dan kedzaliman di dunia Islam bisa diatasi secara sepadan. Insya Allah.

Jurubicara Hizbut Tahrir Indonesia

Muhammad Ismail Yusanto

Oleh: islamarket.net | 27 Desember 2009

Review Lengkap Aborsi

Aborsi


Definisi

Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g (ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan).1 Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Proses abortus dapat berlangsung secara :

  1. Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)
  2. Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),
  3. Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi).

Frekuensi terjadinya aborsi di Indonesia sangat sulit dihitung secara akurat karena banyaknya kasus aborsi buatan / sengaja yang tidak dilaporkan. Berdasarkan perkiraan dari BKBN, ada sekitar 2 juta kasus aborsi yang terjadi setiap tahunnya. Pada penelitian di Amerika Serikat terdapat 1,2 – 1,6 juta aborsi yang disengaja dalam 10 tahun terakhir dan merupakan pilihan wanita Amerika untuk kehamilan yang tidak diinginkan. Secara keseluruhan, di seluruh dunia, aborsi adalah penyebab kematian yang paling utama dibandingkan kanker maupun penyakit jantung.

Alasan

Aborsi yang dilakukan seorang wanita hamil memiliki berbagai macam alasan, baik alasan medis maupun alasan non medis. Menurut studi dari Aida Torres dan Jacqueline Sarroch Forrest (1998), menyatakan bahwa hanya 1 % kasus aborsi karena perkosaan atau incest (hubungan intim satu darah), 3 % karena membahayakan nyawa calon ibu, dan 3 % karena janin akan tumbuh dengan cacat tubuh yang serius. Sedangkan 93 % kasus aborsi lainnya adalah karena alasan-alasan non medis diantaranya adalah tidak ingin memiliki anak dengan alasan takut mengganggu karir atau sekolah, tidak memiliki cukup uang untuk merawat anak, dan tidak ingin memiliki anak tanpa ayah.

Penyebab

Penyebab abortus spontan bervariasi meliputi infeksi, faktor hormonal, kelainan bentuk rahim, faktor imunologi (kekebalan tubuh),  dan penyakit dari ibu. Penyebab abortus pada umumnya terbagi atas faktor janin dan faktor ibu.

Faktor Janin

Pada umumnya abortus spontan yang terjadi karena faktor janin disebabkan karena terdapatnya kelainan pada perkembangan janin [seperti kelainan kromosom (genetik)], gangguan pada ari-ari, maupun kecelakaan pada janin. Frekuensi terjadinya kelainan kromosom (genetik) pada triwulan pertama berkisar sebesar 60%.

Faktor ibu

Beberapa hal yang berkaitan dengan faktor ibu yang dapat menyebabkan abortus spontan adalah faktor genetik orangtua yang berperan sebagai carrier (pembawa) di dalam kelainan genetik; infeksi pada kehamilan seperti herpes simpleks virus, cytomegalovirus, sifilis, gonorrhea; kelainan hormonal seperti hipertiroid, kencing manis yang tidak terkontrol; kelainan jantung; kelainan bawaan dari rahim, seperti  rahim bikornu (rahim yang bertanduk), rahim yang bersepta (memiliki selaput pembatas di dalamnya)  maupun parut rahim akibat riwayat kuret atau operasi rahim sebelumnya.  Mioma pada rahim juga berkaitan dengan angka kejadian aborsi spontan.

Faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya abortus adalah :

  1. Usia ibu yang lanjut
  2. Riwayat kehamilan sebelumnya yang kurang baik
  3. Riwayat infertilitas (tidak memiliki anak)
  4. Adanya kelainan atau penyakit yang menyertai kehamilan
  5. Infeksi (cacar, toxoplasma, dll)
  6. Paparan dengan berbagai macam zat kimia (rokok, obat-obatab, alkohol, radiasi)
  7. Trauma pada perut atau panggul pada 3 bulan pertama kehamilan
  8. Kelainan kromosom (genetik)

Tanda dan Gejala

  1. Nyeri perut bagian bawah
  2. Keram pada rahim
  3. Nyeri pada punggung
  4. Perdarahan dari kemaluan
  5. Pembukaan leher rahim
  6. Pengeluaran janin dari dalam rahim

Proses abortus sendiri terbagi atas :

Abortus imminens

Abortus imminens adalah terjadinya perdarahan dari rahim sebelum kehamilan mencapai usia 20 minggu, dimana janin masih berada di dalam rahim dan tanpa disertai pembukaan dari leher rahim. Apabila janin masih hidup maka kehamilan dapat dipertahankan, akan tetapi apabila janin mengalami kematian, maka dapat terjadi abortus spontan. Penentuan kehidupan janin dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG (Ultrasonografi) untuk melihat gerakan dan denyut jantung janin. Denyut jantung janin dapat juga didengarkan melalui alat Doppler atau Laennec apabila janin sudah mencapai usia 12 – 16 minggu. Tatalaksana yang dilakukan meliputi istirahat baring.

Abortus insipiens

Abortus  insipiens adalah peristiwa terjadinya perdarahan dari rahim pada  kehamilan sebelum 20 minggu, dengan adanya pembukaan leher rahim, namun  janin masih berada di dalam rahim. Pada tahapan ini terjadi perdarahan  dari rahim dengan kontraksi yang semakin lama semakin kuat dan semakin  sering, diikuti dengan pembukaan leher rahim.
Tatalaksana yang dilakukan adalah pengeluaran sisa hasil konsepsi  (pertemuan sel telur dan sel sperma) dengan infus oksitosin, dan / atau  dengan kuretase.

Kuretase Aborsi Vagina

Kuretase Aborsi Vagina

Gambar 1. Kuretase

Abortus inkompletus

Pada abortus inkompletus, produk konsepsi (janin) sebagian sudah keluar akan tetapi masih ada sisa yang tertinggal di dalam rahim. Gejala yang terjadi adalah keram pada rahim disertai perdarahan rahim dalam jumlah banyak, terjadi pembukaan, dan sebagian jaringan keluar. Penanganan yang dilaksanakan adalah mengawasi kondisi ibu agar tetap stabil dan pengeluaran seluruh jaringan hasil konsepsi yang masih tertinggal di dalam rahim.

Abortus kompletus

Abortus kompletus ditandai dengan pengeluaran lengkap seluruh hasil konsepsi yang diikuti dengan sedikit perdarahan, dan nyeri. Tatalaksana yang dilakukan adalah peningkatan keadaan umum ibu.

Missed abortion

Pada kasus missed abortion, kematian janin terjadi tanpa adanya pengeluaran dari hasil konsepsi. Alasan  mengapa janin yang meninggal tidak keluar masih belum jelas. Biasanya didahului dengan tanda dan gejala abortus imminens yang kemudian menghilang spontan atau menghilang setelah pengobatan. Tes kehamilan menjadi negatif, tanda-tanda kehamilan tidak ada, dan denyut jantung janin tidak dapat terdeteksi.

Abortus terapeutik

Abortus yang dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 12 minggu atas pertimbangan kesehatan wanita, dimana apabila kehamilan itu dilanjutkan akan membahayakan dirinya. Misalnya pada wanita dengan kelainan jantung. Dapat juga dilakukan atas pertimbangan kelainan janin yang berat.

Abortus septik

Abortus spontan dapat diikuti dengan komplikasi infeksi. Infeksi dapat terjadi akibat tindakan abortus yang tidak sesuai dengan prosedur (misalnya oleh dukun). Infeksi yang terjadi pada umumnya endometritis, yang  bisa berkembang menjadi parametritis dan peritonitis.

Abortus berulang

Abortus berulang adalah abortus yang terjadi sebanyak 3 kali atau lebih pada 3 bulan pertama kehamilan. Abortus berulang primer terjadi pada wanita yang belum pernah memiliki anak yang hidup sebelumnya. Abortus berulang sekunder adalah abortus yang terjadi pada wanita yang sebelumnya sudah pernah memiliki anak lahir hidup.

Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan USG, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan hormonal kadar B-hCG.

Tatalaksana pasca abortus

Pemeriksaan untuk mencari penyebab abortus spontan dengan menggunakan USG atau kadar B-hCG selama 1-2 bulan berikutnya. Sesudah mengalami abortus, ibu dianjurkan jangan hamil dulu selama 3 bulan kemudian (jika perlu gunakan kontrasepsi kondom atau pil).1.

_______________________
1. klikdokter.com

Oleh: islamarket.net | 23 Desember 2009

Obama (Memang) Tak Pantas Dipatungkan di Indonesia

Obama (Memang) Tak Pantas Dipatungkan di Indonesia

Jakarta (voice of al islam) – Peresmian patung Obama di Jalan HOS Cokroaminoto, Menteng, hari Kamis (10/12) akhirnya menuai banyak kecaman masyarakat. Pembuatan patung masa kecil Presiden AS, Barack Hussein Obama dinilai  ada muatan politis. Bahkan terkesan berlebih-lebihan.

Pernyataan ini disampaikan sejarahwan Indonesia Prof Dr Anhar Gonggong, menyatakan keberadaan patung Obama di Menteng itu dinilai terlalu berlebihan. Anhar mengaku heran mengapa Obama terlalu didewakan di Indonesia?. Menurutnya, lagian kenapa harus patung Obama yang dipajang? Bukan pahlawan nasional yang berjasa kepada bangsa?

Obama bukan bagian dari Indonesia, dia bagian dari Amerika

“Kenapa bukan patung pahlawan Indonesia. Obama bukan bagian dari Indonesia, dia bagian dari Amerika, ” ujarnya.  “Kenapa bukan patung Ki Hajar Dewantara,” tambah Anhar.

Sementara itu, mantan Ketua YLBHI Munarman, SH menilai keberadaan patung itu tidak ada urgensinya sama sekali bagi bangsa Indonesia. Selain dalam Islam membuat patung macam itu adalah haram,  hal itu justru menandakan kalau bangsa Indonesia belum cerdas.

“Ini mungkin karena bangsa kita yang penjilat sehingga membuat hal-hal yang tak penting seperti itu. Bangsa yang terjajah memang begitu mentalnya,” ujar dia.

“Ini mungkin karena bangsa kita yang penjilat sehingga membuat hal-hal yang tak penting seperti itu. Bangsa yang terjajah memang begitu mentalnya,” ujar Munarman

Cerita Teman Masa Kecil Obama

Teman masa kecil Barack Obama menilai Presiden Amerika tersebut belum pantas dibuat patung di Indonesia. Bagaimana Obama bisa mendedikasikan dirinya untuk Indonesia, sementara Obama adalah Presiden Amerika.


“Kami bangga dia (Obama) menjadi Presiden Amerika, tetapi kalau mematungkan orang itu sumbangsihnya apa bagi negeri Indonesia??. Sedangkan dia (Obama) harus mendedikasikan untuk rakyat Amerika,” ujar teman kecil satu kelas Obama di SDN Menteng I, Rully Dasaad, saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Selasa (15/12/2009).

Rully mengaku sangat mengagumi sosok Obama. Namun bukan berarti lantas Obama bisa dibuat patung di Indonesia.

Rully merasa heran mengapa Wakikota Jakarta Pusat dan Gubernur DKI Jakarta mengizinkan pembangunan patung Obama. Menurut Rully, pemerintah memiliki cara pandang berbeda terhadap pahlawan yang layak dipatungkan. “Di Indonesia menangkap koruptor saja susah, bagaimana mencari pahlawan untuk dipatungkan,” keluh Rully.

Lebih dari itu, Rully menyayangkan si pembuat patung membawa embel-embel ‘Friends of Obama’ dalam patung tersebut. Rully merasa dirinya dan teman-teman kecil Obama lainnya tidak pernah memprakarsai pembuatan patung Obama.

“Kami tidak pernah memprakarsai pendirian patung Obama. Ron Muller mengaku Friends of Obama tetapi tidak pernah hidup bersama Obama,” papar Rully.

“Perjalanan dia (Obama) masih panjang,” cetusnya

10.000 Penolak

Sementara itu, kecaman senada terus mengali di masyarakat. Pemasangan patung Barack Obama di Taman Menteng, Jakarta Pusat, mendapat kecaman dari para pengguna Facebook dan masyarakat umum. Sebuah kampanye bertajuk “Turunkan Patung Barack Obama di Taman Menteng” menyebar situs jejaring sosial tersebut.

Menurut Heru Nugroho, penggagas kampanye  di halaman Facebook-nya, sejak berita masalah ini diturunkan,  sudah lebih 9.772 orang yang bergabung dalam kampanye virtual tersebut.

Para pengguna Facebook yang bergabung umumnya mempertanyakan visi dari pembangunan monumen Barack Obama dan manfaatnya bagi bangsa Indonesia.

Sebagaimana diketahui, patung setinggi satu meter terbuat dari perunggu menggambarkan Obama kecil saat tinggal di Jakarta. Patung buatan seniman Edi Chaniago ini menampilkan Obama tengah tersenyum dengan tangan dihinggapi kupu-kupu sebagai simbol pengharapan.1.

KALO MENURUTKU SIH, SIAPAPUN GAK USAH DIBUAT PATUNG!
Gunakan uang itu buat yang lebih bermanfaat, misal buat infaq orang miskin, buat infaq korban gempa, dll.

_________________________
1. http://www.voa-islam.net/news/citizens-jurnalism/2009/12/15/2094/obama-(memangtak-pantas-dipatungkan-di-indonesia/

Oleh: islamarket.net | 22 Desember 2009

Review Lengkap Beyond B89

Spesifikasi Beyond B89

Spesifikasi Beyond B89

Beyond B89 adalah Replika Blackberry Javelin
Beyond B96 adalah Replika Blackberry Tour.

Beyond B89 ada yang jual di kaskus.us dengan harga:

  1. Rp. 1jt 100rb (Nett)
  2. Rp. 1jt 200rb (No Nego)

Spesifkasi Beyond B89 sama Beyond B96

Spesifikasi Beyond B89 :
- 2 on gsm gsm standby
- WIFI
- TRACK BALL NAVIGATION
- high quality tft display
- camera 2.0 megapixel
- keyboard QWERTY
- fm radio stereo
- mp3/mp4 music player
- 3D surround speaker
- bluetooth A2DP
- gprs/wap/mms
- external Micro SD up to 8gb
- aplikasi JAVA, INTERNET EXPLORE, YM, MSN, FACEBOOK, EBUDDY, OPERA MINI
- Garansi 1 Tahun

Kelengkapan dalam Box :
- batt 1100mAH 2 pcs
- handsfree
- kabel data
- buku panduan
- kartu garansi
- charger mirip Nokia

kelebihan di banding merk laen :
- UNLOCK, jadi semua kartu bisa
- garansi 1 tahun
- track ball very sensitif
- tampilan menu sangat amat persis dengan JAVELINE
- WIFI cepat
- hardcasenya blackberry javeline sangat cocok di pakai kan ke B89
- shake control bisa on/off
- Free Memori 1GB
-Free Kaos Beyond

Beli Beyond B89 Bonus Kaos Beyond

Beli Beyond B89 Bonus Kaos Beyond

Beli Beyond B89 Bonus Kaos Beyond

Beli Beyond B89 Bonus Kaos Beyond

Ada yang kasih bonus:

1. Ditambah antigores antispy (seharga 50rb dilapak lain) +
2. FREE SILIKON FULL BODI 1 biji (seharga 50rb dilapak lain) +
3. FREE SILIKON JELLY 1 biji (seharga 25rb dilapak lain)

Beli Beyond B89 Free Micro SD 1G

Beli Beyond B89 Free Micro SD 1G

Foto Beyond B86

Foto Tampilan Depan Beyond B86

Layar TFT Display Beyond B86 Jernih Bersih Mengkilap

Layar TFT Display Beyond B89 Jernih Bersih Mengkilap tapi saya tidak suka model font-nya

Layarnya Beyond B89 Wow...

Layarnya Beyond B89 Wow...

Beyond B89 ada Lampu indokator

Beyond B89 ada Lampu indokator

Beyond B89 dari samping

Beyond B89 dari samping

Garansi Beyond B89 1 Tahun

Garansi Beyond B89 1 Tahun

Tampilan Beyond B89 dari Belakang

Tampilan Beyond B89 dari Belakang

Tombol Qwerty Beyond B89

Tombol Qwerty Beyond B89

Bandingkan Blackberry Bold dengan Beyond B89

Bandingkan Blackberry Bold dengan Beyond B89

Isi Box yang diperleh dalam paket pembelian Beyond B89

Isi Box yang diperleh dalam paket pembelian Beyond B89

Ada Wifi!

Trackball Lancar, tambah mantap!!!

Kardus Bungkus Beyond B89

Kardus Bungkus Beyond B89

Wah keren ya… gue jadi ngiler!!!!

____________________
kaskus.us

Oleh: islamarket.net | 22 Desember 2009

Koin Receh Prita Rp 825.728.550

Prita Mulyasari: Ini Kuasa Tuhan

Liputan6.com, Jakarta: Wajah Prita Mulyasari terlihat sumringah. Sesekali ia tersenyum. Jelas sekali, ibu dua anak itu tengah merasakan kegembiraan saat menghadiri acara “Konser Koin untuk Keadilan” di Hard Rock Cafe, EX Plaza, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad (20/12) malam. Ia sengaja diundang dalam acara tersebut untuk menerima hasil sumbangan dari seluruh lapisan masyarakat yang juga merasakan penderitaannya.

Tadi malam, Prita memang seperti melupakan persoalan yang sedang melilit dirinya. Perempuan itu masih harus menghadapi proses hukum terkait perseteruannya dengan Rumah Sakit Omni Internasional. Prita senang bukan karena mendapat sumbangan yang jumlahnya hampir mencapai satu miliar rupiah. Tapi, ia bahagia melihat dukungan yang datang dari hampir seluruh masyarakat Indonesia, termasuk artis dan seniman.

“Saya tak pernah bermimpi seperti ini. Ini adalah kuasa Tuhan,” kata Prita.

Karena itulah, secara pribadi dan keluarga, Prita menyatakan terima kasih kepada para penyumbang, baik itu tokoh masyarakat, artis, hingga pengamen dan tukang ojek, juga para relawan. “Hanya Allah yang bisa membalasnya. Mudah-mudahan itu semua bisa menjadi kebaikan,” ujar ibu dari Khairan Ananta Nugroho dan Rana Ria Puandito Nugroho [baca: Mencari Keadilan Buat Prita].

Dukungan dan sumbangan untuk Prita memang luar biasa. Sejak dibuka pos koordinasi penggalangan dana untuk Prita, bantuan yang datang mulai dari anak-anak, ibu rumah tangga, pegawai kantoran sampai pengusaha dan pejabat, terus mengalir. Hingga malam tadi, sumbangan yang terkumpul mencapai Rp 825.728.550. Perinciannya antara lain, uang koin sekitar Rp 612 juta, uang kertas Rp 55 juta, kiriman melalui paket Rp 37 juta, cek dari mantan Menteri Perindustrian Fahmi Idris sebesar Rp 102 juta.

Selain itu, saat konser berlangsung panitia berinisiatif menghimpun dana dan telah terkumpul kurang lebih Rp 15 juta. Ditambah hasil penjualan kaos sekitar Rp 2 juta [baca: Sumbangan Peduli Prita Hampir Satu Miliar].

Prita mengaku belum memikirkan rencana pemakaian uang sebanyak itu. Istri Andri Nugroho itu menepis kabar yang menyebutkan bahwa sebagian sumbangan akan dipakai untuk membuat patung dirinya. “Saya akan memfokuskan dulu ke proses hukum,” ujar peraih penghargaan Pedang Keadilan Award itu.1.

_____________________________
1.http://id.news.yahoo.com/lptn/20091221/tpl-prita-mulyasari-ini-kuasa-tuhan-b03a71c.html

Oleh: islamarket.net | 21 Desember 2009

Review Lengkap Beyond B96

Spec Beyond B89 sama dengan Beyond B96, tapi beda bentuk n bonus ajah..

Beyond B89 adalah Replika Blackberry Javelin
Beyond B96 adalah Replika Blackberry Tour.

Beyond B96 dijual di Servoce Center Beyond Matahari Singosaren Rp. 1jt 250rb (Akhir Bulan November)

Kalo di kaskus.us ada yang jual Beyond B96 dengan harga:

  1. Rp. 1.3jt (Gak boleh Nego),
  2. Rp.1Jt 240rb.
  3. Bahkan ada yang jual Rp.900rb (second baru dipake 1 bulan) Buruan….!!!!

Spesifikasi Beyond B96:

Spesifikasi Beyond B96

Spesifikasi Beyond B96

  1. Dual On GSM-Gsm
  2. Camera 2 Megapixel
  3. High Quality TFT Display
  4. FM Radio Stereo
  5. MP3 Music Player
  6. MP4 Video Player
  7. 3D Surround Speaker
  8. Bluetooth 2A2DP
  9. GPRS, WAP, MMS
  10. Trackball Navigation
  11. Micro SD up to 4Gb












Bonusnya Kalo beli Beyond B96:
free memori 1gb ada juga yang kasih 2g + kaos beyond

Beli Beyond B96 Bonus Micro SD 2G

Beli Beyond B96 Bonus Micro SD 2G

Beli Beyond B96 Bonus Kaos Beyond

Beli Beyond B96 Bonus Kaos Beyond

Beli Beyond B96 Bonus Kaos Beyond

Beli Beyond B96 Bonus Kaos Beyond

Dari Model Gue suka banget.  Harga juga sesuai, kalo Pake TV kan biasanya nambah 100rb misal Beyond B71, karena ada fasilitas Tambahan TV Tuner, si Beyond B71 berani beri harga lebih tinggi daripada Beyond B96. Tapi kata yang jual Beyond B71 di Service Center Beyond Matahari Singosaren, Harga Beyond B71 TURUN jd 1.09jt.

____________________
kaskus.us

Tulisan Sebelumnya »

Kategori